Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Bag. Pembahasan Point C)

| View Comments | Minggu, 25 November 2012
|

Pendidikan keluarga adalah pendidikan yang pertama kali di tempuh oleh seroang anak, oleh karena itu pada masa inilah masa pembekalan bagi pribadi anak sehingga nantinya dapat lebih mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan pendidikan yang lain.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua yang sekaligus sebagai pendidik bagi anak mengenai perkembangan anaknya baik itu perkembangan fisik, emosi, bahasa, kognitif, sosial dan yang lainnya, yang dengan memahami perkembangan tersebut diharapkan nantiny`a dapat memberikan gambaran kepada orang tua untuk memberikan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak ada masa itu. Berikut ini penulis jabarkan mengenai perkembangan anak di usia pra sekolah (formal):

1.      Perkembangan Fisik
 Anak-anak usia tiga, empat dan lima tahun penuh tenaga dan tak henti-hentinya bergerak. Waktu bertumbuh, mereka mengembangkan dan memperhalus ketrampilan gerak motorik kasar dan halus. Anak-anak usia tiga tahun mengalami banyak pertumbuhan di bidang perkembangan fisik tatkala mereka mengupayakan keselarasan gerak setiap hari. Lari, lompat dan panjat menjadi semakin otomatis dan bukan merupakan tindakan yang sadar atau bertujuan. Anak usia tiga tahun masih sedikit bertatih-tatih dan sering jatuh dan bagun lagii dan mencoba lagi. Sedangkan gerak-gerak tubuh anak-anak usia empat dan lima tahun sering menjadi lebih serasi. Anak-anak usia empat dan lima tahun bisa berlari mulus dan berhenti dengan mudah. Mereka juga suka melompat dengan satu kaki dan melompat dengan dua kaki sekaligus. Mereka mulai melontar bola agak gampang dan menggunakan tangan untuk menangkap, sering meleset. Anak-anak usia ini mulai mengembangkan keseimbangan dan rasa keseimbangan mereka. Mereka menikmati naik sepeda tiga roda, mendorong dan menarik gerobak, dan lari cepat berkeliling di sekitar kereta dorong kecil.[1]
2.      Perkembangan Emosi
Anak-anak usia tiga, empat, dan lima tahun mengungkapkan sederetan emosi dan mampu menggunakan secara serasi ungkapan seperti sedih, bahagia, dan sudah bisa membedakan perasaan-perasaan mereka. Dalam tahun prasekolah ini, situasi emosi anak-anak sangat bergantung keadaan dan bisa berubah secepat mereka beralih dari kegiatan satu ke kegiatan lain. Karena anak-anak berkembang dari tahun ke tahun ada peningkatan internalisasi dan pengaturan terhadap emosi mereka. Anak usia pra sekolah (3-5 tahun) mulai mencapai ketrampilan-ketrampilan kognitif dan bahasa yang baru, mereka belajar untuk mengatur emosi-emosi mereka dan menggunakan bahasa untuk mengungkapkan bagaimana perasaan mereka dan perasaan orang lain.
Gejolak perasaan anak-anak usia tiga, empat, dan limat tahun sebagian ebsar ada di permukaan, gejolak perasaan mereka sangat berhubungan dengan peristiwa-peristiwa dan perasaan yang terjadi pada saat itu.[2]
Jika mereka merasakan sesuatu, mereka ungkapkan itu, jika mereka inginkan sesuatu, mereka usahakan mengambilnya. Menunda keseanngan dan mengendalikan perasaan hati sering merupakan tantangan. Keingintahuan mereka yang alami sering menimbulkan masalah. Anak-anak usia empat tahun sering lebih banyak menggunakan sarana fisik guna menyelesaikan konflik ketimbang pakai kata-kata untuk merundingkan kebuthan mereka. Mengajarkan kepada anak-anak tentang cara yang sesuai untuk mengungkapkan emosi mereka merupakan tonggak epnting dalam perkembangan mereka. Konflik yang timbul dari kebutuhan dua anak yang memperebutkan satu benda, itu wajar, anak-anak sedang belajar cara memecahkan konflik lewat cara yang bisa diterima lingkungan sosial. [3]
3.      Perkembangan Bahasa
Bagi anak usia para sekolah antara 3-5 tahun tibalah masa pertumbuhan dahsyat di bidang bahasa, perbendaharaan kata meluas adn struktur semantik dan sintaksis bahasa mereka menjadi semakin rumit. Perubahan dalam hal bahasa ini mewakili perkembangan kemampuan kognitif. Anak-anak menjadi pemikir yang lebih rumit dan, sejalan dengan pertumbuhan mereka, perubahan ini tercermin pada bahasa mereka. Anak-anak usia tiga tahun emiliki sekitar 900 sampai 1000 kata dan sekitar 90% dari apa yang mereka ucapkan dapat dipahami. Dengan mudah mereka bisa memproduksi kalimat tiga kata. Bahasa menjadi meksnisme utama dalam membuat kebutuhan, perasaan, dan pikiran mereka diketahui orang lain. Anak usia tiga tahun muali mengerti dan merespon banyak pertanyaan, seperti “Kau buat apa?” dan “Kenapa kaulakukan itu?”. Anak usia ini juga mulai mengajukan banyak sekali pertanyaan. [4]
Penguasaan bahasa anak-anak semakin lama semakin berkembang, pada anak usia lima tahun berkembang terus, dan perbendaharaan kata-kata mereka meluas sampai 5.000 – 8.000 kata. Jumlah kata dalam kalimat bertambah, dan struktur kalimat menjadi lebih rumit. Anak-anak usia 5 tahun juga senang bicara. Mereka juga belajar kebiasaan bercakap-cakap dan agak jarang memotong percakapan, belajar antri, danmendengarkan orang lain yang sedang bicara. Bukan tidak biasa bagi anak-anak usia ini untuk belajar kata-kata sulit yang terkait denga hal-hal yang mereka minati.[5]
4.      Perkembangan Kognitif
Salah satu perubahan kognitif penting di tahun-tahun pra sekolah terajdi antara anak-anak usia tiga ke empat tahun adalah perkembangan pikiran simbolik. Pikiran simbolik adalah kemampuan menghadirkan secara mental atau simbolis objek, konkret, tindakan, dan peristiwa (Piaget, 1952). Tanda paling nyata dari perkembangan pikiran simbolis pada anak-anak usia empat thaun ialah perambahan yang signifikan dalam penggunakan mereka akan permainan khayalan. 
Anak-anak usia tiga tahun memiliki  daya ingat yang baik atas barang-barang di dalam pengalaman langsung mereka. Bagaimanapun, merkea belum mengembangkan strategi efektif yuntuk mengingat informasi dalam jangka waktu lebih lama. Oleh karena itu, struktur dan rutinitas penting bagi kehidupan anak usia ini. Struktur dan rutinitas ini memungkinkan mereka untuk mengantisipasi dan meramal apa yang akan mereka lakukan dan apa yang diharapkan dari mereka. Sedangkan pada anak usia empat tahun mereka mulai mengembangkan kemampuan ingatan mereka. Mereka bisa secara mendadak ingat apa yang mereka lakukan pada akhir pekan lalu, mereka mulai mengembangkan makna tentang apa yang nyata dan apa yang tidak nyata. Dan ketika anak berusia 5 tahun mereka mulai tumbuh dengan cara berfikir secara egosentris, mereka mulai sadar akan perasaan dan sudut pandang orang lain. Pada usia ini, anak-anak bisa mulai mengerti bahwa mereka bisa bahagia bila orang lain tidak bahagia dan mulai menerima bahwa orang lain tidak harus melakukan permainan tepat seperti permainan yang sedang mereka lakukan, mereka mulai mengerti kesukaan dan ketidaksukaan anak-anak lain.[6]
5.      Perkembangan Sosial
Wakau anak-anak usia tiga, empat dan lima tahun bertumbuh, mereka semakin menjadi makhluk sosial. Pada usia tiga tahun, perkembangan fisik anak-anak emungkinkan mereka untuk bergerak kian kemari secara mandiri dan mereka ingin tahu tentang lingkungan mereka dan orang-orang di dalamnya. Ketramplan kognitif berkembang dan anak-anak mampu mengetahui orang-orang yang akrab dan rang yang tidak akrab.
Anak-anak usia tiga tahun memperlihatkan minat yang semakin ebsar terahdap anak-anak lain dan orang-orang dewasa, tetapi sering lebih senang berada bersama orang dewasa atau bermain sendiri di dekat anak-anak lain. Anak-anak usia empat dan lima tahun sedang menjadi mkhluk sosial dan sering lebih suka ditemani anak-anak lain daripada ditemani orang dewasa, anak-anak mulai mengungkapkan kesukaan mereka untuk bermaind engan beberapa ank lebih dari pada dengan anak-anak lain. Bermain dan ada bersama aspek penting dari perkembangan sosial bagi anak-anak usia empat dan lima tahun. Hubungan sosial bisa mempengaruhi perkembangan kognitif dan emosi anak-anak. Anak yang ditolak secara sosial akan menjadi anak yang tidak bahagia. Menolong anak-anak supaya rukun satu sama lain akan memajukan sikap positif dan menanamkan rasa cinta belajar pada anak-anak.[7]



[1] Carol Seefeldt & Barbara A. Wasik. Pendidikan Anak Usia Dini (Jakarta: PT Indeks, 2008), h. 65
[2] Ibid., h. 69
[3] Ibid., h. 70
[4] Ibid., hal 73
[5] Ibid., hal 76
[6] Ibid., hal 81
[7] Ibid., hal 86

.
Selengkapnya…


Tujuan Pembentukan Keluarga (bag. Pembahasan Point B)

| View Comments |
|

Rumah keluarga muslim adalah benteng utama tempat anak-anak dibesarkan melalui pendidikan Islam. Yang dimaksud dengan keluarga muslim adalah keluarga yang mendasarkan aktivitasnya pada pembentukan keluarga yang sesuai dengan syariat Islam. Berdasarkan Al Qur’an dan As Sunnah, kita dapat mengatakan bahwa tujuan terpenting dari pembentukan keluarga adalah hal-hal berikut:

1.      Mendirikan syariat Allah dalam segela permasalahan rumah tangga. Artinya, tujuan berkeluarga adalah mendirikan rumah tangga muslim yang mendaasrkan kehidupannya pada perwujudan penghambaan kepada Allah.
2.      Mewujudkan ketentraman dan ketenangan psikologis, jika suami istri bersatu di atas landasan kasih sayang dan ketentraman psikologis yang interaktif, anak-anak akan tumbuh dalam suasana bahagia, percaya diri, tentram, kasih sayang, serta jauh dari kekacauan, kesulitan, dan penyakit batin yang melemahkan kepribadian anak.
3.      Mewujudkan Sunnah Rasulullah shalallahu’alaihiwasallam dengan melahirkan anak-anak yang sholeh.
4.      Memenuhi kebutuhan cinta kasih anak-anak, naluri menyayangi anak erupakan potensi yang diciptakan rasa dengan penciptaan manusia dan binatang. Allah menjadikan naluri itu sebagai salah satu landasan kehidupan alamiah, psikologis, dan sosial mayoritas makhluk hidup.[1]
Dalam hal ini Rasulullah shalallahu’alaiwasallam adalah figur pecinta anak yang ideal. Berikut ini adalah salah satu gambaran tentang kasih sayang Rasulullah shallahu’alaihiwasallam kepada anak-anak, diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim, dari hadtis al Bara’ bin ’Azib radiallahu’anhuma,  beliau berkata:
رایت النبی صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ والحسن بن علی علی عا تقھ یقول : اللھم انی احبھ فا حبھ
”Aku melihat Nabi shallahu’alaihiwasallam, sedangkan Hasan bin ’Ali ada dipundaknya, beliau berkata, Ya Allah, sesungguhnya aku mencintainya, maka cintailah ia!”[2]
5.      Menjaga fitrah anak agar anak tidak melakukan penyimpangan-penyimpangan



[1] Abdurrahman An Nahlawi. Pendidikan Islam di Rumah Sekolah dan Masyarakat. (Jakarta: Gema Insani, 2004), h. 140
[2] HR. Al Bukhari (no. 3749) dan Muslim (no. 2422)


 .
Selengkapnya…


Pengertian Pendidikan Informal (bag. Pembahasan Point A)

| View Comments |
|

Pendidikan Informal pada awalnya dikenalkan Malcolm Knowles (1950), pendidikan informal didefinisikan sebagai sebuah pendidikan yang tidak di dilakukan pada suatu institusi belajar, pendidikan ini bersifat pengalaman, dan tidak sepenuhnya terprogram, pendidikan ini berjalan secara spontan (Marsick & Volpe, 1999).

Pendidikan Informal juga didefinisikan sebagai pendidikan bahwa pembelajaran informal dicapai melalui pemodelan sosial (Bandura 1986). Definisi lain dari pembelajaran informal oleh Marsick dan Volpe (1999) mengemukakan bahwa pendidikan informal terjadi akibat adanya pengaruh internat atau eksternal, yang terjadi secara tidak teratur, dan terjadi melalui tindakan dan refleksi. [1]
Dari beberapa definisi yang penulis dapatkan di atas dapat penulis simpulkan bahwa pendidikan informal merupakan pendidikan yang bersifat pengalaman yang terjadi dengan adanya pengaruh internal dan eksternal, dilakukan secara langsung (spontan), dan pendidikan ini tidak sepenuhnya terprogram.



[1]Journal of Industrial Teacher Education (Informal Learning: An Exploratory Study of Unstructured Learning Experiences of T&I Teachers Enrolled In an Alternative Teacher Teacher Education Program) & (Learning Strategy Patterns and Instructional Preferencesof Career and Technical Education Students)


 .
Selengkapnya…


Pendidikan Informal Tahapan Pendidikan Yang Menjadi Gerbang Dan Benteng Bagi Kehidupan Seorang Anak (Bag. Pendahuluan)

| View Comments | Rabu, 19 September 2012
|

Karya Tulis Ilmiah ini saya buat ketika mengikuti mata kulia Kapita Selekta Pendidikan ketika Semester V dahulu.

KARYA TULIS ILMIAH
PENDIDIKAN INFORMAL (Tahapan Pendidikan Yang Menjadi Gerbang Dan Benteng Bagi Kehidupan Seorang Anak)
Postingan kali ini baru Latar Belakangnya Tok yang tak Posting, InsyaAllah selanjutnya menyusul.

BAB I PENDAHULUAN


A.     Latar Belakang
Tidak diragukan lagi bawa anak merupakan penyejuk pandangan mata, sumber kebahagiaan, dan belahan hati manusia dalam kehidupan ini. Keberadaan mereka menjadi kehidupan ini terasa manis, menyenangkan, mudah mendapatkan rezeki, terwujud semua harapan, dan hati pun menjadi tenang. Di mata sorang bapak, anak akan menjadi penolong, penunjang, pemberi semangat dan penambah kekuatan. Seorang ibu melihat anak sebagai harapan hidup, penyejuk jiwa, penghibur hati, pada pendidikan yang diberikan kepada mereka, juga pada pembentukan diri dan penggodokan mereka menghadapi kehidupan ini. Dimana mereka menjadi unsur produktif yang dan aktif, yang kebaikan mereka akan kembali kepada orang tua, dan masyarakat pada umumnya.
Sehingga mereka akan dapat menjadi seperti yang difirmankan Oleh Allah subhanahuwata’ala di dalam Alqur’an (Al Kahfi: 46).

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia .. [1]

Tidak dapat disangkal lagi bahwa pendidikan di dalam rumah merupakan pendidikan yang diberikan kepada anak yang mayoritas atau sebagian besar diberikan oleh seorang ibu, yang demikian itu karena meraka lebih dekat dengan ibu dan lebih banyak berada di sisinya, disamping seorang ibu lebih mengenal keadaan dan perkembangan mereka pada masa-masa pertumbuhan dan puber yang merupakan masa paling berbahaya bagi kehidupan mental, jiwa dan tingkahalaku anak. [2]
Akan tetapi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak juga tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab seorang ayah, oleh karena itu kedua orang tua bagi seorang anak merupakan pendidik pertama mereka yang akan memberikan pengajaran di madrasah mereka yang pertama (rumah) guna sebagai bekal bagi kehidupan bagi seorang anak.
Di dalam Al Qur’an juga dijelaskan mengenai tanggung jawab bagi orang tua untuk menjaga diri-diri mereka dan keluarga mereka dari api neraka, yang itu berarti orang tua memiliki tanggung jawab yang besar dalam hal pendidikan bagi seorang anak. Di dalam Al Qur’an di jelaskan:
6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.[3]
Sedangkan Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam mengungkapkan mengenai hal serupa di dalam sabdanya:
"Setiap kalian adalah pemimpin. Dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang Amir adalah pemimpin. Seorang suami juga pemimpin atas keluarganya. Seorang wanita juga pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya. Maka setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."[4]
Oleh karena itulah, penulis tertarik untuk mempelajari dan menjadikannya sebagai buah karya, yang di dalamnya akan mengungkap beberapa poin mengenai pendidikan yang diberikan oleh orang tua di rumah mereka atau yang sering disebut orang dengan sebutan Pendidikan Informal, karena menurut penulis pendidikan bagi seorang anak merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dicermati, sehingga nantinya tidak akan terjadi hal-hal yang buruk seperti kekerasan di dalam rumah tangga ataupun yang lainnya, karena ketika kita sudah memahami apa hak-hak yang seharusnya diberikan oleh orang tua kepada anaknya maka hal tersebut insyaAllah akan dapat memberikan batasan-batasan dan panduan untuk mendidik anak.
A.     Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas penulis dapat mengambil rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian pendidikan informal?
2.      Apa tujuan pembentukan sebuah keluarga muslim?
3.      Seperti apa Pertumbuhan dan Perkembangan Anak di masa pra sekolah?
4.      Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam mendidik seorang anak?
B.     Tujuan dan Manfaat
1.      Tujuan
Tujuan penulis menyusun Karya Tulis Ilmiah  ini adalah:
a.       Untuk mengetahuai apa pengertian pendidikan informal
b.      Untuk mengetahui tujuan pembentukan sebuah keluarga muslim
c.       Untuk mengetahui seperti apa pertumbuhan dan perkembangan anak di masa pra sekolah
d.      Untuk memahami apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam mendidik seorang anak
2.      Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan Karya Tulis ini adalah dengan mempelajari mengenai pendidikan informal hal ini dapat memberikan penambahan wawasan bagi penulis mengenai hal-hal yang penting di dalam mendidik seorang anak di dalam rumah mereka, terutama pendidikan dengan pendekatan secara Islami, menurut penulis hal tersebut sangat menarik untuk dipelajari karena pendidikan informal merupakan gerbang bagi seorang anak untuk menempuh pendidikan dan kehidupan yang labih lanjut.



[1] QS. Al Kahfi 18: 46
[2] Muhammad Ali Al Hasyimi, Jati Diri Wania Muslimah (Jakarta: Pustaka Al Kautsar, 2006), h. 200
[3] QS. At Tahrim 66: 6
[4] HR. Bukhori No. 4801
Semoga Bermanfaat ...
2
Selengkapnya…


Mengenal lebih dekat tentang Bulan Sya'ban

| View Comments | Minggu, 24 Juni 2012
|


Asal Penamaan Bulan Sya’ban

Nama Sya’ban diambil dari kata Sya’bun (Arab: شعب), yang artinya kelompok atau golongan. Dinamakan Sya’ban, karena pada bulan ini, masyarakat jahiliyah berpencar mencari air.
Ada juga yang mengatakan, mereka berpencar menjadi beberapa kelompok untuk melakukan peperangan. (Lisanul Arab, kata: شعب). Al-Munawi mengatakan, “Bulan Rajab menurut masyarakat jahiliyah adalah bulan mulia, sehingga mereka tidak melakukan peperangan. Ketika masuk bulan Sya’ban, bereka berpencar ke berbagai peperangan.” (At-Tauqif a’laa Muhimmatit Ta’arif, Hal. 431)

Hadis Shahih Seputar Sya’ban

1. Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ” يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ “
“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan: Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban. (HR. Al Bukhari dan Muslim)

2. Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
3. A’isyah mengatakan,
كَانَ يَكُونُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِيَ إِلَّا فِي شَعْبَانَ
“Saya pernah memiliki hutang puasa Ramadhan. Dan saya tidak mampu melunasinya kecuali di bulan Sya’ban.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
Yahya (perawi hadis); mengatakan, “Karena sibuk melayani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
4. Dari Abdullah bin Abi Qois, beliau mendengar A’isyah radhiallahu ‘anha mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَفَّظُ مِنْ شَعْبَانَ مَا لَا يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ، ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَانَ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْهِ عَدَّ ثَلَاثِينَ يَوْمًا ثُمَّ صَامَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat perhatian dengan bulan tidak sebagaimana bulan yang lainnya. Kemudian beliau lanjutkan dengan puasa setelah terlihat hilal Ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan maka beliau genapkan Sya’ban 30 hari, kemudian puasa.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Ad-Daruquthni dan sanadnya dishahihkan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth).
5. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ، فَلَا تَصُومُوا
Jika sudah masuk pertengahan Sya’ban, janganlah berpuasa.” (HR. Abu Daud, At Turmudzi, Ibn Majah, dan dishahihkan Al Albani)
6. Ummu Salamah radhiallahu ‘anha mengatakan,
مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ إِلَّا شَعْبَانَ وَرَمَضَانَ
“Saya belum pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa dua bulan berturut-turut selain di bulan Sya’ban dan Ramadhan.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, At Turmudzi dan dishahihkan Al Albani)
7. Ummu Salamah radhiallahu ‘anha mengatakan,
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلَّا شَعْبَانَ، وَيَصِلُ بِهِ رَمَضَانَ
“Bahwa Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam belum pernah puasa satu bulan penuh selain Sya’ban, kemudian beliau sambung dengan ramadhan.” (H.R. An Nasa’i dan disahihkan Al Albani)
8. Dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya:
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa’.” (H.R. An Nasa’i, Ahmad, dansanad-nya di-hasan-kan Syaikh Al Albani)
9. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا تُقَدِّمُوا صَوْمَ رَمَضَانَ بِيَوْمٍ، وَلَا يَوْمَيْنِ، إِلَّا أَنْ يَكُونَ صَوْمٌ يَصُومُهُ رَجُلٌ، فَلْيَصُمْ ذَلِكَ الصَّوْمَ
Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari. Kecuali orang yang sudah terbiasa puasa sunnah, maka silahkan dia melaksanakannya.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)
9. Dari Abu Musa Al Asy’ari radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن
Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah, At Thabrani, dan disahihkan Al Albani)

Hadis Dhaif Seputar Sya’ban

1. Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya: Puasa sunnah apakah yang paling utama setelah Ramadhan? Beliau bersabda, “Sya’ban, dalam rangka mengagungkan Ramadhan…”  (HR. At Turmudzi dari jalur Shadaqah bin Musa. Perawi ini disebutkan oleh Ad Dzahabi dalam Ad Dhu’afa, beliau mengatakan: Para ulama mendhaifkannya. Hadis ini juga didhaifkan Al Albani dalam Al Irwa.)
2. Dari A’isyah radhiallahu ‘anha, beliau mengtakan, “Suatu malam, saya kehilangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Saya cari keluar, ternyata beliau di Baqi’….Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala turun pada malam pertengahan bulan Sya’ban ke langit dunia. Kemudian Dia mengampuni dosa yang lebih banyak dari pada jumlah bulu kambingnya suku Kalb.” (HR. Ahmad, At Turmudzi, dan didhaifkan Imam Al Bukhari dan Syaikh Al Albani)
3. Dari Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika masuk malam pertengahan bulan Sya’ban, maka shalat-lah di siang harinya. Karena Allah turun ke langit dunia ketika matahari terbenam. Dia berfirman: Mana orang yang meminta ampunan, pasti Aku ampuni, siapa yang minta rezeki, pasti Aku beri rezeki, siapa…. sampai terbit fajar.” (HR. Ibn Majah. Di dalam sanadnya terdapat Ibn Abi Subrah. Ibn Hajar mengatakan: Para ulama menuduh beliau sebagai pemalsu hadis. Hadis ini juga didhaifkan Syaikh Al Albani)
4. Hadis: “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku.” (Riwayat Abu Bakr An Naqasy. Al Hafidz Abul Fadhl Muhammad bin Nashir mengatakan: An Naqasy adalah pemalsu hadis, pendusta. Ibnul Jauzi, As Shaghani, dan As Suyuthi menyebut hadis ini dengan hadis maudhu’)
5. Hadis: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil: “Hai Ali, siapa yang shalat seratus rakaat di malam pertengahan bulan Sya’ban, di setiap rakaat membaca Al Fatihah dan surat Al Ikhlas sepuluh kali. Siapa saja yang melaksanakan shalat ini, pasti Allah akan penuhi kebutuhannya yang dia inginkan ketika malam itu…” (Hadis palsu, sebagaimana keterangan Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at, 2:127 – 128, As Suyuthi dalam Al-Lali’ Al Mashnu’ah, 2:57 – 59, dan ulama pakar hadis lainnya )
6. Hadis: “Siapa yang melaksanakan shalat pada pertengahan bulan Sya’ban dua belas rakaat, di setiap rakaat dia membaca surat Al Ikhlas tiga kali, maka sebelum selesai shalat, dia akan melihat tempatnya di surga.” (Hadis palsu, disebutkan Ibnul Jauzi dalam Al Maudhu’at, 2:129 Ibnul Qoyim dalamManarul Munif, Hal. 99, dan dinyatakan palsu oleh pakar hadis lainnya)
Allahu a’lam
Ditulis oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com


Dipublikasikan Ulang Oleh : Data File Com



d
Selengkapnya…


Keistimewaan Bulan Sya'ban

| View Comments |
|

Bulan Sya’ban memiiliki beberapa keutamaan.

Berikut kami cantumkan beberapa hadis sahih yang menyebutkan keutamaan bulan Sya’ban.
Dari A’isyah radliallahu ‘anha, beliau mengatakan,
يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يُفْطِرُ، وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ: لاَ يَصُومُ، فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.’” (H.R. Al Bukhari dan Muslim)

A’isyah mengatakan,

لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ
“Belum pernah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Sya’ban. Terkadang hampir beliau berpuasa Sya’ban sebulan penuh.” (H.R. Al Bukhari dan Msulim)
A’isyah mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَفَّظُ مِنْ هِلَالِ شَعْبَانَ مَا لَا يَتَحَفَّظُ مِنْ غَيْرِهِ، ثُمَّ يَصُومُ لِرُؤْيَةِ رَمَضَانَ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْهِ، عَدَّ ثَلَاثِينَ يَوْمًا، ثُمَّ صَامَ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap hilal bulan syaban, tidak sebagaimana perhatian beliau terhadap bulan-bulan yang lain. Kemudian beliau berpuasa ketika melihat hilal ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan, beliau genapkan syaban sampai 30 hari.” (H.R. Ahmad, Abu Daud, An Nasa’i dan sanad-nya disahihkan Syaikh Syu’aib Al Arnauth)
Ummu Salamah radliallahu ‘anha mengatakan,
عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنَ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلَّا شَعْبَانَ، وَيَصِلُ بِهِ رَمَضَانَ
“Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam belum pernah puasa satu bulan penuh selain Sya’ban, kemudian beliau sambung dengan ramadhan.” (H.R. An Nasa’i dan disahihkan Al Albani)
Dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya,
ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana anda berpuasa di bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.’” (H.R. An Nasa’i, Ahmad, dansanad-nya di-hasan-kan Syaikh Al Albani)
Dari Abu Musa Al Asy’ari radliallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن
“Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Sya’ban. Maka Dia mengampuni semua makhluqnya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah, At Thabrani, dan disahihkan Al Albani)
BacaSumber:  www.konsultasisyariah.com

Dipublikasikan Ulang Oleh: Data File Com



 
Selengkapnya…


Tutorial Memasang Status YM Admin di Blog (widget Kanan Bawah)

| View Comments | Sabtu, 23 Juni 2012
|

Bismillah, menanggapi pertanyaan salah satu pengunjung mengenai cara memasang widget Admin (yahoo mesengger) di sebelah kanan bawah, jadi kali ini saya menyempatkan waktu untuk membuat turorial pemasangan Status Yahoo Mesengger di Blog untuk Admin Blogg yang dipasang di sebelah kanan bawah. ok langsung aja ya ...
1) Masuk Ke www.Blogger.Com
2) Masuk ke Menu Lay Out
3) Pilih add Widget (tidak harus di kanan bawah bisa dimana saja meletakkan widgetnya)
4) Pilih HTML/JavaScript
5) Masukkan kode Script di bawah ini

<div style="position: fixed; bottom: 0px; right: 0px;"><font color="#ffd700">::|Admin|::</font> <br /><a href="ymsgr:sendIM?akhiabdul"><img src="http://opi.yahoo.com/online?u=akhiabdul&amp;m=g&amp;t=1" border="0" /></a></div><br />

6) Sesuaikan isi Script dengan id YM anda yang berwarna Crem silahkan ganti dengan id Ymnya
7) Yang berwarna Hijau untuk itu perintah posisi dari Widget yang akan diletakkan Bottom (bawah) right (kanan)
8) Judulnya ndak usah dikasih ya
9) Klik Save and coba di cek di blog anda insyaAllah sudah bisa muncul


Demikian tutorial ringkasnya semoga bermanfaat ...
 by: Akhi Abdul (Admin Data File Com)

Selengkapnya…


Tutorial Pembuatan Mail Merge di Office 2007 (Video)

| View Comments | Sabtu, 17 Maret 2012
|

~(DataFIlecom)~, Ok Agan-agan monggo, Berikut ini adalah tutorial pembuatan Mail Merge berbentuk Video, jadi bagi agan-agan yang masih bingung begimana sih cara ngebuat Mail Merge biar bisa menghubungkan antara Ms. Word dengan Exel ... he he he sekarang monggo langsung di Tengok ini Video ya and jangan lupa Komentarnya ya salam dariku Admin Data File Com




Selengkapnya…


DAFTAR NILAI BLOG PBS A DAN PBS B

| View Comments | Selasa, 06 Maret 2012
|




Cara Mengganti Template Manual Blogger Versi terbaru Plush Gambarnya (Tutorial Blogger)

| View Comments | Jumat, 24 Februari 2012
|

~(Data File Com)~
Assalamu'alaikum, Ok agan-agan berhubung dan dihubungkan banyak temen2 yang lagi pengen belajar Blogger dan ternyata sekarang tampilan Blogger memang sudah berubah, mungkin sebagian agan agan masih ada yang bingung mengenai perintah-perintah yang bisa digunakan di tampilan baru Blogger ini, dan kali ini saya akan memberikan satu buah tutorial mengenai bagaimana merubah Template di Blogger yang Baru berikut ini adalah tutorialnya yang saya lengkapi dengan gambar untuk mempermudah agan-agan sekalian, monggo di lihat, kritik dan saran silahkan tulis di Kolom Komentar di Bawah Postingan ini:
~(Senyum)
Langkah Pertama:
Pilih template yang akan agan gunakan, agan bisa ngambil dari Blogger langsung atau agan juga bisa nyari manual, berikut ini adalah beberapa situs penyedia Template BLogger Gratiissss.... !
1.www.btemplates.com
2.www.bloggerbuster.com
3.http://blogtemplate4u.com/
4.www.freeblogger-templates.blogspot.com
5.www.blogger-templates.blogspot.com
6.www.finalsense.com
7.www.ourblogtemplates.com
8.www.bloggerstyles.com
9.www.eblogtemplates.com
10.www.blogspottemplate.com
11.http://www.zoomtemplate.com/




Silahkan Agan cari sendiri Templatenya disitu ya saya ambil satu contoh untuk download template dari salah satu situs di atas, saya ambil situs www.btemplates.com



berikut ini tutorialnya bergambarnya:

Download templatenya




Buka hasil Downlad anda di Folder My Document >> Download (untuk yang pake Google Crome)
atau di My Document Unduhan (untuk yang pake Firefox)



Kemudian Ekstrak File Downloadan yang berupa Zip lihat gambar di atas
setelah itu hasilnya akan keluar folder ataupun file kalo folder buka dulu foldernya maka akan terlihat file templatenya berikut ini gambarnya:



Oke itu hasil downloadtan template agan.
Nah Sekarang LANjutkAn ...
ya lanjutkan ke cara merubah templatenya

LANGKAH KEDUA BUKA DASBOARD  BLOG KAMU ATAU MASUK DI  www.blogger.com 
Kemudian lihat disisi kanan ada menu Drop Down pilih Template
lihat gambar di bawah ini:




Setelah itu akan muncul tampilan seperti di bawah ini, lihat di sebelah kanan atas, klik
1. Backup/restor (atau kalo yang bahasa indonesia ya sama aja klik aja tombol yang ada di sebelah kanan atas itu ya hehe)
2. Kemudian akan muncul Kolom, Pilih Download Template (kalo semisal templatemu yang awal tidak ingin ilang artinya masih kamu simpen di computermu dan suatu saat bisa kamu pake lagi)
atau pilih Pilih Berkas jika kamu pengen langsung ganti template kamu dengan template yang udah kamu download tadi.




nah setelah itu muncul deh kolom seperti ini 
nah tingal kamu cari file template hasil download kamu tadi itu dimana 
kalo tempatku tadi di My Document terus di Folder Download klik OPEN




setelah itu klik Upload
Template anda sudah jadi dan monggo di lihat 
caranya di bagian atas ada tombol lihat blog/view blog
Klik kanan open link in new tab / buka halaman di tab baru
liat hasil bloggmu di tab sebelah 

dan ini hasil dari editan blog punyaku gan
linknya ini: 




Ok sampai disini dulu ya tutorialnya semoga bermanfaat dan selamat mencoba 
salam dariku Admin Data File Com ~(Akhi Abdul)~


Selengkapnya…


Mau Berlangganan Artikel Gratis dari Data File Com?

Tulis Email Anda disini:

Setelah Menekan Berlangganan, Kami Membutuhkan Verifikasi dari Email Anda, Agar Kami Bisa Mengirimkan Postingan Terbaru kami ke Email Anda, Jadi silahkan Cek Inbox Email anda setelah mendaftar, dan Klik Link Verifikasi

By Admin

 
..:A:..
Akhi Abdul
Agha'ku
Pak Haris Setiadji
anggasona-anotherbestblog
..:B:..
Blog_Vaganza
Blog Junaidi
...
..:C:..
...
..:D:..
...
..:E:..
E-One S
...
..:F:..
...
..:G:..
...
..:H:..
...
..:I:..
Imanq
Insurance Finance
...
..:J:..
...
..:K:..
KELPOLOVA
KETEP PASS
...
..:L:..
...
..:M:..
...
..:N:..
Nanie Granger
n66ee
...
..:O:..
...
..:P:..
...
..:Q:..
...
..:R:..
...
..:S:..
STAIN Metro
...
..:T:..
...
..:U:..
Urang Lembur
...
..:V:..
...
..:W:..
Wong Ganteng
...
..:X:..
...
..:Y:..
...
..:Z:..
...
Salam Hangat dariku
::| DFC |::
::|Admin|::

Page Rank
 
Back To Top