Tampilkan postingan dengan label Metopen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metopen. Tampilkan semua postingan

Merumuskan Judul Penelitian (Metodologi Penelitian I)

| View Comments | Rabu, 19 Oktober 2011
|

A. Merumuskan Judul

Dalam merumusakan judul, Hal-hal yang perlu diperhatikan dengan baik adalah sebagai berikut:

1. Judul harus dituliskan dengan kalimat pernyataan, bukan pertanyaan. Contoh, “Dampak Ketidakdisiplinan Siswa Terhadap Kegiatan Belajar Mengajar Disekolah”.

2. Judul harus cukup jelas, singkat dan tepat.

3. Judul harus berisi variabel-variabel yang akan diteliti.

4. Judul harus dapat menggambarkan keseluruhan isi dari kegiatan penelitian. Judul penelitian harus menggambarkan :

a. Sifat dan jenis penelitian,

b. Objek yang diteliti,

c. Subjek penelitian,

d. Lokasi/daerah penelitian, dan

e. Waktu terjadinya peristiwa (tahun).

Contoh-contoh Judul Penelitian Kualitatif

Judul penelitian dalam penelitian kualitatif pada umumnya disusun berdasarkan pada masalah yang telah ditetapkan. Masalah sifatnya sementara dan holistik (menyeluruh) dan kemungkinan bisa berkembang setelah memasuki lapangan penelitian.

Judul dalam penelitian kualitatif tidak mencerminkan variable, tetapi lebih pada upaya untuk mengungkapkan fenomena dalam situasi soSial secara luas dan mendalam serta berusaha menemukan teori.

Berikut contoh-contoh judul penelitian kualitatif:

1. Efektifitas Pelaksanaan Manajemen Berbasis Sekolah di SMA X….

2. Pelaksanaan Pembelajaran dengan KTSP di SMP.….

3. Pola Pendidikan Anak Keluarga Miskin di Daerah Industri ……

4. Model Perencanaan Pendidikan di Era Otonomi Daerah ….

5. Profil Guru yang Efektif Mendidik Anak di ……

6. Gaya Belajar Anak-anak SD yang Berbakat di …..

7. Manajemen Keluarga Petani dalam Menyekolahkan Anak-anaknya di desa…..

8. Profil Kepala Sekolah yang Profesional dalam Mengelola Pendidikan…

9. Strategi Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Pendidikan Agama Islam di... .
Selengkapnya…


Menetapkan Masalah Penelitian (Metodologi Penelitian I)

| View Comments |
|

A. Menetapkan Masalah

1. Pengertian Masalah

Secara umum pengertian masalah adalah kesenjangan yang terjadi antara harapan dengan kanyataan. Sedangkan dalam penelitian, masalah dapat diartikan sebagai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaannya dan yang sejenis dengan itu.

2. Sumber Masalah

Masalah atau permasalahan dalam penelitian, menurut Stonner (1982) sebagaimana dikutip oleh Sugiyono (2006: 52), biasanya bersumber dari:



1. Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan; misalnya pengelolaan pendidikan dengan sistem sentralisasi dirubah menjadi sistem disentralisasi atau dengan MBS, tentu saja akan muncul masalah. Bagaimana pelaksanaannya? Apa yang terjadi setelah perubahan tersebut? dll.

2. Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncancakan dengan kenyataan; misalnya dengan kebijakan kurikulum KBK atau KTSP seharusnya pendidikan akan meningkat kualitasnya, ternyata tidak demikian kenyataannya.

3. Ada Pengaduan; misalnya sekolah pada dasarnya tenang-tenang saja tidak ada masalah. Tiba-tiba ada pengaduan bahwa produk (lulusannya) tidak ada yang diterima kerja atau pelayanannya ternyata tidak memuaskan, dll.

4. Ada Kompetisi; misalnya adanya saingan antara lembaga pendidikan negeri dengan lembaga pendidikan swasta, dll.

Di sisi lain, menurut Tuckman (1972), masalah penelitian juga biasanya bersumber dari; 1) pengalaman (experiences); 2) Deduksi dari teori (deduction from theory); 3) literatur yang relevan (related theory); dan 4) sumber-sumber lain yang dari non-pendidikan (non-educational sources).

Proses Identifikasi Masalah untuk Menemukan Masalah Penelitian
Sebagaimana diketahui, bahwa penelitian itu pasti berangkat dari masalah dan punya tujuan untuk memecahkan masalah. Oleh karena itu, selain masalah itu dapat ditemukan dari sumber-sumber di atas, masalah penelitian menurut Sumadi Suryabrata (2003: 13) juga dapat ditemukan melalui:

1. Bacaan, terutama bacaan yang berisi laporan hasil penelitian; hal ini bisa dimanfaatkan karena dalam bagian akhir laporan penelitian terdapat rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut;

2. Diskusi, seminar dan kegiatan ilmiah lainnya; dalam seminat atau kegiatan ilmiah lainnya biasanya pembicara sering melontarkan masalah yang disampaikan secara logis dan professional. Hal ini bisa dimanfaatkan untuk diteliti;

3. Pernyataan pemegang otoritas; misalnya pernyataan Mendiknas, Gubernur, Bupati, dan lain-lain yang sering melontarkan persoalan-persoalan yang sering dihadapi pemerintahannya, terutama masalah pendidikan;

4. Pengamatan sepintas; misalnya timbul saat mengadakan studi komparatif ke sekolah-sekolah tertentu, dll.

5. Pengalaman pribadi; biasanya dari sini banyak timbul persoalan ketika kehidupan pribadi sering dikaitkan dengan kehidupan professional seperti pendidikan;

6. Perasaan Intuitif; biasanya muncul tanpa sengaja saat bangun tidur atau saat-saat setelah habis istirahat, dll.

Pedoman dan Pertimbangan dalam Memilih Masalah

Dari semua sumber masalah di atas, tentu ada pedoman untuk kemudian memilih suatu sebagai sebuah masalah penelitian. Setidaknya, ada tiga karakteristik yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi masalah:

1. Masalah tersebut “layak diteliti”; artinya pengkajian terhadap masalah tersebut dapat dilakukan dengan cara terukur secara empiris melalui pengumpulan data dan pengolahan data. Dengan demikian, masalah-masalah yang berkaitan dengan isu-isu filosofis, etika, moral atau nilai-nilai ideal tidak bisa dijadikan masalah karena sulit diukur;

2. Sifat dari masalah tersebut, yaitu mempunyai nilai teoritis dan praktis; artinya masalah tersebut diangkat dan ada teorinya yang kuat dan mempunyai dampak praktis;

3. Masalah tersebut realistis; arti realistis di sini sangat luas, di antaranya masalah itu terjangkau oleh kemampuan, baik dari segi keilmuan, penguasaan konsep atau teori, waktu, tenaga dan biaya, dll. (Toha Anggoro,dkk., 2007: 1.15)

Oleh karena itu, dari sekian masalah yang telah diidentifikasi perlu dipilih salah satu masalah yang paling layak dan sesuai diteliti. Pertimbangan yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

1. Pertimbangan dari arah masalahnya; petimbangan dari aspek ini (dari sudut objektif) antara lain:

a. Apakah akan memberi sumbangan kepada pengembangan teori dalam bidang yang bersangkutan dengan dasar teoritis penelitiannya?;

b. Apakah juga akan memberi manfaat untuk pemecahan masalah-masalah praktis?.

2. Pertimbangan dari arah calon peneliti; pertimbangan dari aspek ini (dari sudut subjektif) antara lain:

a. kemampuan peneliti dan penguasaan teorinya;

b. penguasaan metode yang akan digunakan;

c. biaya yang dibutuhkan;

d. waktu yang akan digunakan; dan

e. alat-alat dan perlengkapan yang diperlukan;

.
Selengkapnya…


Menentukan Topik Penelitian (Metodologi Penelitian I)

| View Comments |
|

A. Menentukan Topik

Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan topic

Darimanapun sumber topic diperoleh keputusan dan penentuan terakhir terletak pada mahasiswa sendiri. Oleh karena itu, sebelum topic ditentukan, dia harus terlebih dahulu menanyakan beberapa hal kepada dirinya sendiri, sebagai berikut:

1. Apakah topic tersebut dapat dijangkau, dikuasi (manageable topic)?

2. Apakah bahasa-bahasa/data-data tersedia secukupnya (obtainable data)?

3. Apakah topic tersebut penting untuk diteliti (significance of topic)?

4. Apakah topic tersebut cukup menarik minat untuk diteliti dan dikajikan (interested topic)?




1. Managable topic (mempunyai kesanggupan, menguasai pokok masalah)

Salah satu saran yang sangat simpatik adalah “jangan sekali-kali melakukan apapun yang ada di luar jangkauan kemampuan diri sendiri”

Dengan demikian, hal-hal di bawah ini perlu diperhatikan:

a. Apakah latar belakang pengetahuan, kecakapan, dna kemampuan diri sendiri, sudah cukup untuk memecahkan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan topic yang akan dikerjakan?

b. Apakah waktu, dana telah dipikirkan dengan masak dan mencukupi?

c. Apakah topic tersebut dapat memperoleh konsultan/pembimbing dengan mudah?

d. Apakah tidak ada hambatan-hambatan dari pihak-pihak lain, berkenaan dengan topic tersebut?

Suatu penelitian tidak akan berhasil dengan memuaskan bilamana mahasiswa tidak mempunyai bekal pengetahuan juga kecakapan tentang cara-cara mencari dan mengolah data yang telah terkumpul.

2. Obtanable Data (Mendapatkan data, Berl)

Suatu topic yang sangat baik belum menjadi jaminan bahwa data-datanya

yang tersedia telah mencukupi di dalam penelitiannya, karena data sangat dibutuhkan, baik untuk mengembangkan dan menguji hipotesis.

Selanjutnya untuk mengembangkan hipotesis juga tidak hanya data semata=mata saja yang dibutuhkan, tetapi juga buku-buku, bulletin, majalah, Koran, dan sebagainya sangat dibutuhkan sekali. Demikian pula guna menguji kebenaran hipotesis, mahasiswa harus pergi ke lapangan.

Karena itu, buku-buku bacaan dan teknik pengumpulan dta yagn valid (shohih) dan reliable (dapat dipercaya), gharuslah dikuasai sebaik-baiknya, disamping juga factor lain, misalnya: factor pribadi dan factor-faktor lain di luar haruslah mendapat perhatian sepenuhnya dari si peneliti sendiri.

3. Significance of Topic (maksud, berarti)

Dalam hal ini yang perlu mendapat perhatian adalah:

a. Dapatkah pembahasan topic tersebut memberikan sumbangan yang cukup beraerti bagi perkembangan ilmu pengetahuan yang sudah ada?

b. Apakah tidak mungkin bahwa penelitian tersebut hanya dipublikasi saja?

c. Mungkinkah penelitian tersebut merupakan pengecekan kembali dari penelitian yagn pernah diadakan atau penguji ulangan?

d. Apakah topic tersebut betul-betul perlu diteliti karena mempunyai kegunaan yang praktis bagi masyarakat?

4. Interested Topic (Menarik minat)

Reseacher (peneliti) haruslah pandai-pandai membangkitkan esmangat minatnya sendiri terhadap suatu topic yang akan diteliti dan dibahasnya. Tanpa adanya minat yang besar, maka semua usahanya tak akan berhasil, bahkan sia-sia saja.

Oleh sebab itu, yang perlu menjadi perhatian adalah:

a. Dengan topic yang telah dikemukakan maka minatnya haruslah dibangkitkan sebaik-baiknya, agar penelitian dapat dixselesaikan dengan sukses

b. Tentu saja kesuksesan tersebut tanpa diikuti suatu keinginan yang menyimpang. Mendorong timbulnya minat yang kuat tersebutm, semata-mata untuk mencari scientidfic truth, bukan untuk “membuktikan kebenaran” pendapat pribadi dimana kemungkinan hal itu dilakukan tanpa kesenagajaan karena dinilai kurang objektif.

c. Data dikumpulkan sepanjang dapat memperkuat pendapat prhibadi, sehingga sekiranya melemahkan atau bertentangan, data tersebut dilenyapkan/dihilangkan. Bila telah memilih kerelaan untuk bekerja tanpa prasangka (merasa benar sendiri)

5. Mengembangkan Problematik

Tidaklah heran kalau mahasiswa merasa bingung untuk menemukan atau mengembangkan problematic suatu penelitian yang ingin dilaksanakan. Mahasiswa yang sedang mencari dan mengembangkan problematic umumnya merasa gelisah bahkan cemas. Mengapa demikian? Hal ini terjadi kemungkinan besar karena kurang luasnya pengetauan yang berhubungan dengan masalah yang sedang diteliti disamping kelemahan metodologi. Oleh sebab itu perlu diperhatikan beberapa hal dibawah ini:

a. Usahakan menjadi sarjana yang dapat membina dan mengembangkan spesialisasi kesarjanaannya.

b. Sikap gemar dan tekun membaca buku-buku banyak relevansinya dengan spesialisasinya, secara kritis, disamping gemar mendengarkan kuliah-kuliah, diskusi-diskusi, secara seksama dan berusahalan melatih diri untuk berpikir secara logis.

c. Sikap rajin mencari bahan-bahan penelitian yang mutakhir.

1) Usaha menjadi sarjana yang dapat membina dan mengembangkan spesialisasi kesarjanaannya

Seorang calon sarjana yang rajin menjelajahi spesialisasinya, mempunyai kesempatan yang sangat luas untuk meneliti secara mendalam dan membina serta mengembangkan penelitian-penelitian yang telah diselesaikan. Dengan cara demikian, dia dapat mengungkapkan problematika-problema yang belum terpecahkan. Rummel memberi petunjuk sebagai berikut:

a) Usahakan dengan cermat mencari kekurangan-kekurangan dalam uraian-uraian

b) Perhatikan dengan seksama uraian-uraian yang bertentangan satu sama lain

c) Telitilah problema-problema yagn timbul dari tata kerja yang sangat emnarik perhatian

d) Bacalah selalu bibliografi (daftar kepustakaan) yagn banyak dipergunakan dalam penelitian-penelitian yang mutakhir

Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas, maka akan mudah menemukan hal-hal yang kurang ataupun masalah-masalah apa yagn sekiranya perlu dikembangkan lebih lanjut.

2) Sikap gemar dan tekun membaca buku-buku yang banyak relevansinya dengan spesialisasinya

Disamping secara kritis, dan gemar mendengarkan secara seksama kuliah-kuliah, diskusi-diskusi, berusahalan melatih diri untuk berpikir secara logis.

Usahakan mempunyai sikap serta ingin tahu (spetisme) dalam batas-batas tertentu karena akan timbul gagasan-gagasan ataupun pertanyaan-pertanyaan yagn perlu mendapat jawaban-jawaban. Bukankah bertanya merupakan pangkal mula kebijaksanaan? Ikutilah diskusi-diskusi ilmiah dengan sebaik-baiknya untuk mengetahui bagaimana cara para ahli mengupasnya. Mengadakan penelitian kembali dan bila terdapat hal-hal yang masih meragukan, tanyakan kepada orang bersangkutan atau ahlinya.

Untuk menemukan masalah, dapat dicari disembarang tempat misalnya, lapangan, sekolah, mesjid, kampus sewaktu kuliah, bacaan-bacaan. Meskipun demikian, tentu saja harus diadakan seleksi yagn ketat sebagaimana syarat-syarat yagn telah disebutkan di atas.

3) Sikap rajin mencari bahan-bahan hasil penelitian yang mutakhir

Dalam laporan-laporan penelitian di bagian belakang dalam analisis data misalnya, banyak persoalan-persoalan yang masih perlu dikaji kembali karena adanya beberapa kekurangan-kekurangan. Dari berbagia macam kekurangan tersebut, dapatlah dianggap merupakan problema baru yang perlu dikaji dan diteliti kembali lebih lanjut.

Adapununtuk mendapatkan topik-topik tersebut dapat diperoleh melalui berbagai sumber, diantaranya:

a) Dengan cara melanjutkan hasil-hasil penelitian yagn sudah dilaksanakan, dimana kekurangan-kekurangannya ditampung, dan kemudian dijadikan topik dan dilanjutkan dengan mengadakan penelitian

b) Pengamatan di lapangan

Luangkanlah waktu untuk mengamat-amati peristiwa-peristiwa atau hal-hal yagn tejradi di lapangan sambil mendengarkan keluhan-keluhan orang-orang yagn bekerja di lapangan itu. Tegasnya adalah penjajagan (explorative) secara singkat tentang sesuatu yagn ada ataupun yang terjadi disitu.

c) Melalui diskusi-diskusi, ceramah-ceramah, kuliah-kuliah

Usahakanlah selalu mengikuti diskusi-diskusi yagn diadakan, kemudian catatlah masalah-masalah yagn timbul dalam diskusi, yagn sekiranya menarik dan perlu mendapat penyelesaian. Demikian pula usahakan secara aktif mengikuti semua ceramah-ceramah dan kuliah-kuliah, karena dari keduanya banyak terdapat masalah-masalah yang perlu digarap, yang akhirnya merupakan topik yang perlu diselesaikan lewat penelitian-penelitian, sehingga masalah-masalah tersebut dapat terpecahkan/terselesaikan.

d) Dosen-dosen, para peneliti, dan para ahli.

Pada umumnya mereka mempunyai kelebihan dan menguasai permasalhan yang telah menjadi tanggung jawabnya, karena itu usahakan datang sekali atau dua kali kepada mereka untuk berbincabang-bincang, mencari, dan mengumpulkan permasalahan dari mereka

e) Bibliografi (daftar kepustakaan). Diperpustakaan hampir seluruh buku yang bersifat ilmiah selalu mencantumkan referensi (sumber-sumber bacaan), yang dipergunakan sebagai sumber pengambilan. Dengan demikian, seyogyanya emncari sumber-sumber yagn ada relevansinya (kaitan) dengan masalah-masalah yang dikaji, untuk kemduian membaca dan memperdalam sehingga menambah kelengkapan informasi yang dibutuhkan, yang berupa dalil-dalil, hasil-hasil penelitian, dan sebagainya. Dalam hal ini dapat dicari diperpustakaan.

Disamping buku-buku yang ada relevansinya dengan masalah-masalah yagn akan dikaji, masih banyak sumber-sumber lain yang perlu dicari, misalnya journal (masalah), encyclopedia (kamus istilah), reviu (tinjauan buku), skripsi, tesis dan disertasi, buku-buku teks, majalah-majalah, buletin (siaran-siaran singkat tentang berita terakhir), research reports, dan lain-lain. Thomas Charly (Inggris) berkata:

The True university of these days is coolection of books,” artinya: “Hakikat perguruan tinggi/universitas dewasa ini adalah dalam kumpulan buku-buku perpustakaan”

Sumber:

Amirul Hadi, 1998, Metodologi Penelitian Pendidikan II, Pustaka Setia: Bandung

http://www.datafilecom.blogspot.com

.
Selengkapnya…


Mau Berlangganan Artikel Gratis dari Data File Com?

Tulis Email Anda disini:

Setelah Menekan Berlangganan, Kami Membutuhkan Verifikasi dari Email Anda, Agar Kami Bisa Mengirimkan Postingan Terbaru kami ke Email Anda, Jadi silahkan Cek Inbox Email anda setelah mendaftar, dan Klik Link Verifikasi

By Admin

 
..:A:..
Akhi Abdul
Agha'ku
Pak Haris Setiadji
anggasona-anotherbestblog
..:B:..
Blog_Vaganza
Blog Junaidi
...
..:C:..
...
..:D:..
...
..:E:..
E-One S
...
..:F:..
...
..:G:..
...
..:H:..
...
..:I:..
Imanq
Insurance Finance
...
..:J:..
...
..:K:..
KELPOLOVA
KETEP PASS
...
..:L:..
...
..:M:..
...
..:N:..
Nanie Granger
n66ee
...
..:O:..
...
..:P:..
...
..:Q:..
...
..:R:..
...
..:S:..
STAIN Metro
...
..:T:..
...
..:U:..
Urang Lembur
...
..:V:..
...
..:W:..
Wong Ganteng
...
..:X:..
...
..:Y:..
...
..:Z:..
...
Salam Hangat dariku
::| DFC |::
::|Admin|::

Page Rank
 
Back To Top