Tampilkan postingan dengan label Anatomi Jantung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anatomi Jantung. Tampilkan semua postingan

Fisiologi Jantung Bag 5 (Aspek Anatomi Jantung)

| View Comments | Senin, 30 Januari 2012
|

(

Ketika katup semilunaris terdomng untuk menutup, tepi-tepi daun katup akan menyatu membentuk suatu kelim antibocor yang mencegah katup berbalik arah ke atas ke lubang masuk arteri-arteri besar yang keluar dari pangkal ventrikel.
Tiap-tiap sel otot jantung saling berhubungan untuk membentuk serat yang bercabang-cabang, dengan sel-sel yang berdekatan dihubungkan ujung-ke-ujung pada struktur kbusus yang dikenal sebagai diskus inter­ kalatus (intercalated disc). Di dalam sebuah diskus inter­kalatus, terdapat dua jenis pertautan membran: desmosom dan gap junction (Gbr. 9-8). Desmosom, sejenis taut lekat yang secara mekanis menyatukan sel-sel, banyak dijumpai di jaringan, misalnya jantung, yang sering mendapat tekanan mekanis (lihat h. 54). Pada interval-interval
tertentu di sepanjang diskus interkalatus, kedua membran yang berhadapan saling mendekat untuk membentuk gap, junction, yaitu tlaerah-daerah dengan resistensi listrik yang rendah dan memungkinkan potensial aksi menyebar dari satu sel jantung ke sel di dekatnya (lihat h. 55). Otot jantung mampu menghasilkan potensial aksi tanpa rangsangan saraf apapun. Apabila salah satu sel jantung secara spontan mengalami potensial aksi, impuls listrik menyebar ke semua sel lain yang dihubungkan oleh gap junction di massa otot di sekitarnya, sehingga sel-sel tersebut tereksitasi dan berkontraksi sebagai sebuah sinsitium fungsional (lihat h. 249). Atrium dan ventrikel masing-masing membentuk suatu sinsitium fungsional dan berkontraksi sebagai unit yang terpisah. Kontraksi sinkron sel-sel otot yang membentuk dinding kedua bilik tersebut menghasilkan gaya yang diperlukan untuk mendorong darah.
Tidak terdapat gap junction di antara sel-sel kontraktil atrium dan ventrikel dan, selain itu, kedua massa otot itu dipisahkan oleh rangka fibrosa yang mengelilingi katup­katup dan tidak dapat menghantarkan listrik. Namun, terdapat suatu sistem penghantar khusus untuk mem­permudah dan mengkoordinasikan transmisi eksitasi listrik dari atrium ke ventrikel agar pemompaan atrium dan ventrikel berjalan sinkron.

Karena sifat sinsitium otot jantung dan adanya sistem hantaran antara atrium dan ventrikel, sebuah impuls yang secara spontan timbul di salah satu bagian jantung akan menyebar ke seluruh jantung. Dengan demikian, tidak seperti otot rangka yang .dapat menghasilkan gradasi kontraktil dengan mengubah-ubah jumlah sel otot yang berkontraksi dalam sebuah otot (rekrutmen unit motorik), serat-serat otot jantung akan selunihnya berkontraksi atau tidak sama sekali. Kontraksi "separuh jantung" tidak akan terjadi. Gradasi kontraktil jantung terjadi dengan mengubah-ubah kekuatan kontraksi semua sel otot jantung.
Sel-sel otot jantung memiliki banyak mitokondria, organel energi yang dependen O2. Pada kenyataannya, sampai 40% volume sel otot jantung ditempati oleh mitokondria, yang menunjukkan betapa besarnya jantung bergantung pada metabolisme aerobik untuk meng­hasillcan energi yang diperlukan untuk kontraksi. Otot jantung juga memiliki banyak mioglobin, yang me­nyimpan 02 dalam jumlah terbatas di dalam jantung untuk dapat segera digunakan dan juga mempermudah transportasi 02 yang tiba di sel ke mitokondria untuk diolah secara cepat.
Setelah lahir tidak ada sel otot jantung baru yang dibuat. Setiap pembesaran jantung yang terjadi disebab­kan oleh hipertrofi jantung, yaitu peningkatan ukuran serat otot jantung. Hipertrofi jantung terjadi sebagai respons terhadap peningkatan kerja yang dibebankan pada jantung, misalnya ketika jantung harus memompa darah melawan peningkatan resistensi (sebagai contoh, melewati katup jantung yang menyempit akibat penyakit atau ke dalam pembuluh darah yang kaku akibat "pengerasan arteri"), atau ketika jantung hams memompa lebih banyak darah (misalnya sebagai respons terhadap olahraga yang teratur).
Jantung terbungkus oleh kantung perikardium. Jantung terbungkus di dalam kantung perikardium membranosa berdinding ganda (Gbr. 9-9). Lapisan luar kantung adalah membran fibrosa yang kuat yang melekat ke partisi jaringan ikat yang memisahkan paru. Perlekatan ini menambatkan jantung, sehingga jantung tetap pada posisinya di dalam dada. Kantung bagian dalam dilapisi oleh suatu membran yang mengelua: kan cairan peri­kardium encer, yang menghasilkan pelumasan untuk mencegah gesekan antara lapisan-lapisan perikardium ketika jantung berdenyut. Kadang-kadang terjadi peri­karditis, peradangan kantung perikardium yang menye­babkan rasa nyeri akibat gesekan, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.
Apabila darah karena perdarahan masuk ke kantung perikardium akibat luka yang menembus jantung atau robeknya dinding jantung, kantung, karena membran luarnya yang kuat, tidak dapat mengembang untuk menyesuaikan diri terhadap tambahan volume cairan. Malahan kantung membesar ke dalam, menekan jantung dan membatasi pengisian jantung. Efek ini serupa dengan memeras sebuah bola karet dengan tangan Anda. Jantung kekurangan ruang untuk mengembang, sehingga jumlah darah yang dapat masuk melalui vena terbatas. Karena darah yang kembali ke jantung untuk dipompa ke luar ke jaringan berkurang, timbul gagal jantung. Distensi kantung perikardium yang mengganggu peng­isian jantung seperti itu dikenal sebagai tamponade jantung.
Bersambung insyaALlah ... 


)
Selengkapnya…


Fisiologi Jantung Bag 4 (Aspek Anatomi Jantung)

| View Comments |
|

(

Lanjutan dari artikel Sebelumnya
Kedua sisi jantung secara simultan memompa darah dalam jumlah yang sama. Volume darah beroksigen rendah yang dipompa ke paru oleh sisi kanan jantung segera memiliki volume yang sama dengan darah ber­oksigen tinggi yang dipompa ke jaringan oleh sisi kiri jantung. Sirkulasi paru adalah sistem yang memiliki tekanan dan resistensi yang rendah, sedangkan sirkulasi sistemik adalah sistem dengan tekanan dan resistensi yang tinggi. Oleh karena itu, walaupun sisi kiri dan kanan jantung memompa darah dalam jumlah yang sama, sisi kid melakukan kerja yang lebih besar karena is memompa volume darah yang sama ke dalam sistem dengan resistensi tinggi. Dengan demikian, otot jantung di sisi kn-i jauh lebih tebal daripada otot di sisi kanan, sehingga sisi kiri adalah pompa yang lebih kuat (Gbr. 9-3c).

Katup jantung memastikan bahwa darah meng-alii• dalam arah yang sesuai melalui jantung.
Darah mengalir melalui jantung dalam satu arah tetap dari vena ke atria ke ventrikel ke arteri. Adanya empat katup jantung situ-arah memastikan darah mengalir satu-arah. Katup-katup terletak sedemikian rupa, sehingga mereka membuka dan menutup secara pasif karena perbedaan tekanan, serupa dengan pintu satu­arah (Gbr. 9-4). Gradien tekanan ke arah depan mendorong katup terbuka, seperti Anda membuka pintu dengan mendorong salah satu sisinya, sementara gradien tekanan ke arah belakang mendorong katup menutup, seperti Anda mendorong ke pintu sisi lain yang ber­lawanan untuk menutupnya. Perhatikan bahwa gradien ke arah belakang dapat mendorong katup menutup, tetapi tidak dapat membukanya; yaitu, katup jantung bukan seperti pintu ayun di tempat minuman (saloon).

Dua katup jantung, katup atrioventrikel (AV) kanan dan kiri, masing-masing terletak di antara atrium dan ventrikel kanan dan kiri (Gbr. 9-5a). Katup-katup ini mengizinkan darah mengalir dari atrium ke ventrikel selama pengisian ventrikel (ketika tekanan atrium me­lebihi tekanan ventrikel), tetapi mencegah aliran batik darah dari ventrikel ke atrium ketika pengosongan ventrikel (pada saat tekanan ventrikel jauh melebihi tekanan atrium). Apabila peningkatan tekanan ventrikel tidak menyebabkan katup AV tertutup sewaktu ventrikel berkontraksi untuk mengosongkan isinya, banyak darahsecara inefisien akan terdorong kembali ke dalam atrium dan vena dan tidak dipompa ke dalam arteri. Katup AV kanan juga disebut katup trikuspid karena terdiri dari tiga daun katup (Gbr. 9-5b). Demikian juga, katup AV kiri, yang terdiri dari dua daun katup, sering disebut katup bikuspid atau katup mitralis (karena secara fisik mirip dengan topi uskup).
Tepi-tepi daun katup AV diikat oleh tali fibrosa yang tipis namun kuat (jaringan jenis tendinosa), korda tendine, yang mencegah katup berbalik, yaitu, didorong oleh tekanan ventrikel yang tinggi untuk membuka ke arah yang berlawanan ke dalam atrium. Tali-tali ini berjalan dari tepi daun katup dan melekat ke otot papilaris berbentuk mirip puting susu (papilla berarti "puting susu"), yang menonjol dari permukaan dalam dinding ventrikel. Ketika ventrikel berkontraksi, otot papilaris juga berkontraksi, menarik ke bawah korda tendine. Tarikan ini menimbulkan ketegangan di daun katup AV yang tertutup, sehingga daun katup dapat tertahan dalam posisinya dan tetap menutup rapat walaupun terdapat gradien tekanan yang besar ke arah belakang (Gbr. 9-5c).
Dua katup jantung lainnya, katup aorta dan katup pulmonalis terletak di sambungan tempat arteri-arteri besar keluar dari ventrikel (Gbr. 9-5a). Keduanya dikenal sebagai katup semilunaris ("bulan separuh") karena terdiri dari tiga daun katup, yang masing-masing mirip dengan kanttrng mirip bulan-separuh (Gbr. 9-5b). Katup­katup ini terbuka ketika tiap-tiap tekanan ventrlkel kanan dan kirl melebihi tekanan di aorta dan arteri pulmonalis, selama ventrikel berkontraksi dan mengosongkan isinya. Katup tertutup apabila ventrikel melemas dan tekanan ventrikel turun di bawah tekanan aorta dan arteri pulmonalis. Katup yang tertutup mencegah darah meng­alir dari arteri kembali ke dalarn ventrikel. Katup semi­lunaris dicegah berbalik arah oleh struktur anatomis dan posisi daun-daun katup. Apabila timbul gradien tekanan ke arah belakang karena ventrikel melemas, arus balik darah mengisi daun katup yang berbentuk kantung tersebut dan menyebabkan daun-daun tersebut tertutup, dengan tepi-tepi daun yang tidak tertambat bersesuaian letak satu sama lain membentuk kelim yang dalam dan antibocor (Gbr. 9-5d).
Walaupun tidak terdapat katup antara atrium dan vena, aliran balik darah dari atrium ke vena biasanya tidak menimbulkan masalah disebabkan oleh dua hal: (1) tekanan atrium biasanya tidak jauh lebih besar dari­pada tekanan vena, dan (2) tempat vena kava memasuki atrium biasanya tertekan selama atrium berkontraksi.
Keempat katup jantung melekat ke suatu dasar yang terdiri dari cincin-cincin jaringan ikat padat yang saling berhubungan (Gbr. 9-6). Rangka fibrosa ini, yang me­misahkan atrium dari ventrikel, juga membentuk struktur yang cukup kaku tempat otot-otot jantung melekat. Massa otot atrium melekat ke bagian atas cincin-cincin tersebut, dan massa otot ventrikel melekat ke bagian bawah cincin. Mungkin agak mengejutkan bahwa katup­katup yang masuk ke ventrikel (katup AV) dan katup­katup yang keluar dari ventrikel (katup semilunaris) semua terletak di bidang yang sama di jantung yang dibentuk oleh rangka fibrosa tersebut. Hubungan ini terjadi karena jantung terbentuk dari sebuah saluran yang melengkung dan berputar terhadap sumbunya selama masa perkembangan mudigah (Gbr. 9-7). Walau­pun pelengkungan dan pemutaran tersebut menyebabkan penelitian mengenai hubungan-hubungan struktural jantung lebih sulit, struktur terpuntir tersebut penting secara fungsional, yaitu menyebabkan jantung memompa secara lebih efisien. Kita akan mengetahuinya dengan mengalihkan perhatian kita ke bagian jantung yang sebenarnya menghasilkan gaya-gaya yang menyebabkan darah mengalir, otot jantung di dalam dinding jantung.
Dinding jantung terutama terdiri dari serat-serat otot jantung yang tersusun secara spiral dan saling berhubungan melalui diskus interkalatus. Dinding jantung terdiri dari tiga lapisan berbeda:
§         Endokardium (endo berarti "di dalam"; cardia ber­arti "jantung") adalah lapisan tipis endotelium, suatu jaringan epitel unik yang melapisi bagian dalam seluruh sistem sirkulas:, di sebelah dalam.
§         Miokardium (myo berarti "otot"), lapisan tengah yang terdiri dari otot jantung, membentuk sebagian besar dinding jantung.
§         Epikardium (epi berarti "di atas") adalah suatu membran tipis di bagian luar yang membungkus jantung.
Miokardium terdiri dari berkas-berkas serat otot jantung yang saling menjalin dan tersusun secara spiral melingkari jantung. Susunan spiral tersebut disebabkan oleh pemutaran-pemutaran kompleks yang terjadi pada jantung semasa perkembangan mudigah. Akibat susunan ini, sewaktu ventrikel berkontraksi dan memendek, garis tengah bilik ventrikel berkurang sekaligus disertai penarikan apeks ke atas ke arah bagian atas jantung dengan gerakan memutar. Hal ini menimbulkan efek "memeras" yang secara efisien menimbulkan tekanan pada darah di dalam bilik tertutup dan mengarahkannya.
Bersambung insyaAllah ...


)
Selengkapnya…


Fisiologi Jantung Bag 3 (Aspek Anatomi Jantung)

| View Comments |
|

(ASPEK ANATOMI

Jantung terletak di tengah rongga dada.
Jantung adalah organ berotot berongga dengan ukuran sekepalan. Jantung terletak di rongga toraks (dada) sekitar garis tengah antara sternum atau tulang dada di sebelah anterior dan vertebra (tulang punggung) di sebelah posterior (Gbr. 9-2a). Letak jantung di garis tengah menimbulkan perkiraan letak yang dapat mem­bingungkan. Taruhlah tangan Anda di atas jantung seolah-olah Anda mengikrarkan Janji Kesetiaan. Di mana Anda meletakkan tangan Anda? Orang biasanya menempatkan tangan mereka di sisi kiri dada, walaupun jantung sebenarnya terletak di garis tengah dada. Jantung memiliki pangkal yang lebar di sebelah atas dan meruncing membentuk ujung yang disebut apeks di dasar. Jantung membentuk sudut terhadap sternum, sehingga pangkalnya terutama berada di kanan dan apeks di kiri sternum. Sewaktu jantung berdenyut, terutama sewaktu berkontraksi secara kuat, apeks sebenarnya membentur bagian dalam dinding dada di sisi kiri. Karena kita menyadari detak jantung melalui benturan apeks di sisi kiri dada, kita cenderung menganggap­secara rancu-bahwa seluruh jantung terletak di sebelah kiri.
Kenyataan bahwa jantung terletak antara dua struktur tulang, sternum dan vertebra, memungkinkan kita secara manual mendorong darah keluar dari jantung apabila jantung tidak memompa secara efektif dengan menekan sternum secara berirama (Gbr. 9-2b). Manuver ini menekan jantung antara sternum dan vertebra, sehingga darah diperas ke luar seolah-olah jantung sedang berd­enyut. Kompresi jantung eksternal ini, yang merupakan bagian dari resusitasi jantung paru (RJP), sering berfungsi sebagai tindakan darurat penyelamatan nyawa sampai terapi yang sesuai dapat diberikan untuk me­mulihkan fungsi normal jantung.
Walaupun menyelamatkan nyawa, tekanan lokal intensif yang diterapkan ke sternum selama kompresi jantung manual kadang-kadang menyebabkan iga patah. Namun, metode RJP tradisional ini mungkin segera akan diganti oleh metode baru yang lebih aman apabila Jantung adalah pompa ganda. peralatan yang diperlukan tersedia. Sekarang sedang• dilakukan serangkaian tes terhadap rompi yang dapat Walaupun secara anatomis jantung adalah satu organ, sisi digelembungkan yang dikontrol oleh komputer, yang kanan dan kiri jantung berfungsi sebagai dua pompa menghasilkan letupan-letupan tekanan secara teratur dan yang terpisah. Jantung dibagi menjadi separuh kanan dan tersebar merata di sekeliling sangkar iga. Letupan- kiri dan memiliki empat bilik (ruang), bilik bagian atas letupan tekanan eksternal yang meningkat tersebut dan bawah di kedua belahannya (Gbr. 9-3a). Bilik-bilik secara periodis menekan jantung dan memeras darah atas, atria (atrium, tunggal) menerima darah yang keluar, tetapi dengan risiko kerusakan sangkar iga yang kembali ke jantung dan memindahkannya ke bilik-bilik jauh lebih kecil karena tekanan diterapkan secara merata bawah, ventrikel, yang memompa darah dari jantung. di sekeliling dada. Selain itu, rompi yang dapat Pembuluh yang mengembalikan darah dari jaringan ke digelembungkan tersebut mendorong ke luar lebih banyak atria adalah vena, dan pembuluh-pembuluh yang meng­darah dengan konsistensi yang lebih besar daripada angkut darah menjauhi ventrikel menuju ke jaringan kompresi jantung klasik. Perancang rompi berspekulasi adalah arteri. Kedua belahan jantung dipisahkan oleh bahwa angka keberhasilan resusitasi akan meningkat septum, suatu partisi otot kontinu yang mencegah pen­dengan teknik RJP baru ini. campuran darah dari kedua sisi jantung. Pemisahan ini
sangat penting, karena separuh kanan jantung menerima dan memompa darah beroksigen rendah sementara sisi kiri jantung menerima dan memompa darah beroksigen tir.ggi.
Marilah kita memeriksa bagaimana jantung berfungsi sebagai pompa ganda dengan membuntuti setetes darah melalui satu sirkuit lengkap (Gbr. 9-3a dan b). Darah yang kembali dari sirkulasi sistemik masuk ke atrium kanan mclalui vena-vena besar yang dikenal sebagai vena kava. Tetes darah _yang masuk ke atrium kanan kernbali dari jaringan tubuh, telah diambil O2 nya dan ditambahi CO2. Darah yang mengalami deoksigenasi parsial tersebut mengalir dari atrium kanan ke dalam ventrikel kanan, yang memompanya ke luar melalui arteri pulmonalis ke par-u. Dengan demikian, sisi kanan jaruung memompa darah ke dalam sirkulasi paru. Di dalam par-u, tetes darah tersebut kehilangan CO2, ekstranya dan menycrap O2 segar sebelum dikembalikan ke atrium kiri melalui vena pulmonalis. Darah kaya oksigen yang kembali ke atrium kiri ini kemudian meng­alir ke dalam ventrikel kiri, bilik pompa yang men­dorong darah ke semua sistern tubuh kecuali panr; jadi, sisi kiri jantung rrzernompa darah ke dalam sirkulasi sistemik. Arteri besar yang membawa darah menjauhi ventrikel kiri adalah aorta. Aorta bercabang menjadi arteri besar untuk rnemperdarahi berbagai jaringan tubuh.
Berbeda dengan sirkulasi pulmonalis, yang seluruh darahnya mengalir melalui paru, sirkulasi sistemik dapat dilihat sebagai rangkaian jalur-jalur paralel. Sebagian darah yang dipompakan ke luar oleh ventrikel kiri menuju kc otot-otot, sebagian ke ginjal, sebagian ke otak, dan seterusnya Jadi, keluaran ventrikel kiri ter­sebar, sehingga tiap-tiap bagian tubuh menerima pasokan darah segar; darah arteri yang sarna tidak mengalir dari jaringan ke jaringan. Dengan demikian, tetes darah yang kita ikuti hanya menuju ke satu jaringan sistemik. Jaringan mengambil O2, dari darah dan menggunakannya untuk mengoksidasi zat-zat gizi untuk menghasilkan energi; dalam prosesnya, sel-sel jaringan membentuk CO2 sebagai produk buangan yang ditambahkan ke darah: Tetes darah, sekarang secara parsial kekurangan O2 dan mengandung CO2, yang meningkat, kembali ke sisi kanari jantung. Satu sirkuit selesai. (Lihat fitur penyerta dalam kotak, Konsep, Tantangan, dan Kontroversi).

Bersambung InsyaAllah ...


)
Selengkapnya…


SEKILAS TENTANG BAB FISIOLOGI JANTUNG (2)

| View Comments |
|

SEKILAS TENTANG BAB FISIOLOGI JANTUNG yang insyaAllah akan dipost di blog ini. 


PENDAHULUAN PERTIMBANGAN ANATOMIS
Letak jantung
Jantung sebagai pompa ganda
·        Konsep, TANTANGAN DAN KONTROVERSI SIRKULASI
Janin: Janin Mencampur Segalanya
Katup-katup jantung
Dinding jantung; otot jantung Kantung perikardium
AKTIVITAS LISTRIK JANTUNG
Aktivitas pemacu
Penyebaran eksitasi jantung
Potensial aksi pada sel kontraktil jantung
Periode refrakter jantung Elektrokardiografi
·        LEBIH DEKAT TENTANG FISIOLOGI OLAHRAGA  Tes Stres: Apa, Siapa, dan Kapan
PERISTIWA MEKANIS PADA SIKLUS JANTUNG
Hubungan listrik, tekanan, dan volume selama diastol dan sistol
Bunyi jantung
CURAH JANTUNG DAN KONTROLNYA
Penentu curah jantung
Kontrol kecepatan denyut jantung
Kontrol isi sekuncup
MEMELIHARA OTOT JANTUNG
Sirkulasi koroner
Penyakit arteri koroner



Untuk melihat artikelnya sudah di posting apa belum silahkan lihat di bagian bawah artikel ini di bagian  Artikel terkait.
)
Selengkapnya…


Fisiologi Jantung (1)

| View Comments | Sabtu, 21 Januari 2012
|

DataFileCom:~ Agan-agan kali ini saya (Admin) akan membahas beberapa hal tentang Fisiologi Jantung yang insyaAllah akan penulis posting secara berkelanjutan karena isinya banyak dan ini nyambi di kerjain... Ok ini materi pertama mengenai:
FISIOLOGI JANTUNG (1)
Pemeliharaan homeostasis bergantung pada zat-zat esensial, misalnya OZ dan nutrien yang secara terns menerus diserap dari lingkungan eksternal dan disalur­kan ke sel dan pada pengeluaran zat-zat sisa yang juga berlangsung kontinu. Homeostasis juga bergantung pada pemindahan harmcn, yang merupakan zat perantara kimiawi penting, dari tempat produksinya ke tempat kerjanya. Sistern sirkuiasi, yang berperan dalam homeostasis dengan berfungsi sebagai system transportasi tubuh, terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah.
Semua jaringan tubuh selalu bergantung pada aliran darah yang disalurkan kepada mereka oleh kontraksi atau denyut jantung. Jantung mendorong darah melintasi pembuluh darah untuk disampaikan ke jaringan dalam jumlah yang mencukupi, apakah tubuh dalam keadaan beristirahat atau sedang melakukan olahraga berat.
)
Selengkapnya…


Mau Berlangganan Artikel Gratis dari Data File Com?

Tulis Email Anda disini:

Setelah Menekan Berlangganan, Kami Membutuhkan Verifikasi dari Email Anda, Agar Kami Bisa Mengirimkan Postingan Terbaru kami ke Email Anda, Jadi silahkan Cek Inbox Email anda setelah mendaftar, dan Klik Link Verifikasi

By Admin

 
..:A:..
Akhi Abdul
Agha'ku
Pak Haris Setiadji
anggasona-anotherbestblog
..:B:..
Blog_Vaganza
Blog Junaidi
...
..:C:..
...
..:D:..
...
..:E:..
E-One S
...
..:F:..
...
..:G:..
...
..:H:..
...
..:I:..
Imanq
Insurance Finance
...
..:J:..
...
..:K:..
KELPOLOVA
KETEP PASS
...
..:L:..
...
..:M:..
...
..:N:..
Nanie Granger
n66ee
...
..:O:..
...
..:P:..
...
..:Q:..
...
..:R:..
...
..:S:..
STAIN Metro
...
..:T:..
...
..:U:..
Urang Lembur
...
..:V:..
...
..:W:..
Wong Ganteng
...
..:X:..
...
..:Y:..
...
..:Z:..
...
Salam Hangat dariku
::| DFC |::
::|Admin|::

Page Rank
 
Back To Top