Tampilkan postingan dengan label Materi Kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Kuliah. Tampilkan semua postingan

Pendidikan Informal Tahapan Pendidikan Yang Menjadi Gerbang Dan Benteng Bagi Kehidupan Seorang Anak (Bag. Pendahuluan)

| View Comments | Rabu, 19 September 2012
|

Karya Tulis Ilmiah ini saya buat ketika mengikuti mata kulia Kapita Selekta Pendidikan ketika Semester V dahulu.

KARYA TULIS ILMIAH
PENDIDIKAN INFORMAL (Tahapan Pendidikan Yang Menjadi Gerbang Dan Benteng Bagi Kehidupan Seorang Anak)
Postingan kali ini baru Latar Belakangnya Tok yang tak Posting, InsyaAllah selanjutnya menyusul.

BAB I PENDAHULUAN


A.     Latar Belakang
Tidak diragukan lagi bawa anak merupakan penyejuk pandangan mata, sumber kebahagiaan, dan belahan hati manusia dalam kehidupan ini. Keberadaan mereka menjadi kehidupan ini terasa manis, menyenangkan, mudah mendapatkan rezeki, terwujud semua harapan, dan hati pun menjadi tenang. Di mata sorang bapak, anak akan menjadi penolong, penunjang, pemberi semangat dan penambah kekuatan. Seorang ibu melihat anak sebagai harapan hidup, penyejuk jiwa, penghibur hati, pada pendidikan yang diberikan kepada mereka, juga pada pembentukan diri dan penggodokan mereka menghadapi kehidupan ini. Dimana mereka menjadi unsur produktif yang dan aktif, yang kebaikan mereka akan kembali kepada orang tua, dan masyarakat pada umumnya.
Sehingga mereka akan dapat menjadi seperti yang difirmankan Oleh Allah subhanahuwata’ala di dalam Alqur’an (Al Kahfi: 46).

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia .. [1]

Tidak dapat disangkal lagi bahwa pendidikan di dalam rumah merupakan pendidikan yang diberikan kepada anak yang mayoritas atau sebagian besar diberikan oleh seorang ibu, yang demikian itu karena meraka lebih dekat dengan ibu dan lebih banyak berada di sisinya, disamping seorang ibu lebih mengenal keadaan dan perkembangan mereka pada masa-masa pertumbuhan dan puber yang merupakan masa paling berbahaya bagi kehidupan mental, jiwa dan tingkahalaku anak. [2]
Akan tetapi pertumbuhan dan perkembangan seorang anak juga tidak bisa dilepaskan dari tanggung jawab seorang ayah, oleh karena itu kedua orang tua bagi seorang anak merupakan pendidik pertama mereka yang akan memberikan pengajaran di madrasah mereka yang pertama (rumah) guna sebagai bekal bagi kehidupan bagi seorang anak.
Di dalam Al Qur’an juga dijelaskan mengenai tanggung jawab bagi orang tua untuk menjaga diri-diri mereka dan keluarga mereka dari api neraka, yang itu berarti orang tua memiliki tanggung jawab yang besar dalam hal pendidikan bagi seorang anak. Di dalam Al Qur’an di jelaskan:
6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.[3]
Sedangkan Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam mengungkapkan mengenai hal serupa di dalam sabdanya:
"Setiap kalian adalah pemimpin. Dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban terhadap yang dipimpinnya. Seorang Amir adalah pemimpin. Seorang suami juga pemimpin atas keluarganya. Seorang wanita juga pemimpin atas rumah suaminya dan anak-anaknya. Maka setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya."[4]
Oleh karena itulah, penulis tertarik untuk mempelajari dan menjadikannya sebagai buah karya, yang di dalamnya akan mengungkap beberapa poin mengenai pendidikan yang diberikan oleh orang tua di rumah mereka atau yang sering disebut orang dengan sebutan Pendidikan Informal, karena menurut penulis pendidikan bagi seorang anak merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dicermati, sehingga nantinya tidak akan terjadi hal-hal yang buruk seperti kekerasan di dalam rumah tangga ataupun yang lainnya, karena ketika kita sudah memahami apa hak-hak yang seharusnya diberikan oleh orang tua kepada anaknya maka hal tersebut insyaAllah akan dapat memberikan batasan-batasan dan panduan untuk mendidik anak.
A.     Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas penulis dapat mengambil rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Apa pengertian pendidikan informal?
2.      Apa tujuan pembentukan sebuah keluarga muslim?
3.      Seperti apa Pertumbuhan dan Perkembangan Anak di masa pra sekolah?
4.      Apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam mendidik seorang anak?
B.     Tujuan dan Manfaat
1.      Tujuan
Tujuan penulis menyusun Karya Tulis Ilmiah  ini adalah:
a.       Untuk mengetahuai apa pengertian pendidikan informal
b.      Untuk mengetahui tujuan pembentukan sebuah keluarga muslim
c.       Untuk mengetahui seperti apa pertumbuhan dan perkembangan anak di masa pra sekolah
d.      Untuk memahami apa saja hal-hal yang harus diperhatikan dalam mendidik seorang anak
2.      Manfaat
Adapun manfaat dari penulisan Karya Tulis ini adalah dengan mempelajari mengenai pendidikan informal hal ini dapat memberikan penambahan wawasan bagi penulis mengenai hal-hal yang penting di dalam mendidik seorang anak di dalam rumah mereka, terutama pendidikan dengan pendekatan secara Islami, menurut penulis hal tersebut sangat menarik untuk dipelajari karena pendidikan informal merupakan gerbang bagi seorang anak untuk menempuh pendidikan dan kehidupan yang labih lanjut.



[1] QS. Al Kahfi 18: 46
[2] Muhammad Ali Al Hasyimi, Jati Diri Wania Muslimah (Jakarta: Pustaka Al Kautsar, 2006), h. 200
[3] QS. At Tahrim 66: 6
[4] HR. Bukhori No. 4801
Semoga Bermanfaat ...
2
Selengkapnya…


Makalah BK (Bimbingan Konseling)

| View Comments | Selasa, 17 Januari 2012
|

(DataFileCom:~ Makalah ini adalah salah satu makalah kiriman dari sahabat Admin yang dikirimkan ke email saya (akhiabdul@yahoo.co.id), dan bagi teman-teman sekalian yang berkeinginan untuk mengirimkan makalah atau artikelnya ke blog ini untuk kemudian dipublikasikan silahkan kirimkan ke email: akhiabdul@yahoo.co.id.

A.    Pengertian Bimbingan Dan Konseling
              Bila ditinjau dari sejarah perkembangan ilmu bimbingan dan konseling di Indonesia,maka sebenarnya istilah Bimbingan dan Konseling pada awalnya dikenal dengan istilah bimbingan dan penyuluhan yang merupakan terjemahan dari istilah guidance and conseling. Penggunaan istilah bimbingan dan penyuluhan sebagai terjemahan dari kata guidance and conseling ini dicetuskan oleh Tatang Mahmud,MA seorang pejabat Departemen Tenaga Kerja Republik Indonesia pada tahun 1953.
              Akan tetapi dalam perkembangan Bahasa Indonesia selanjutnya,pada tahun 1970 sebagai awal dari masa pembangunan Orde Baru, istilah penyuluhan yang merupakan terjemahan dari kata conseling dan mempunyai konotasi psychological-counseling, banyak pula dipakai dalam bidang-bidang lain,seperti Penyuluhan Gizi,Penyuluhan Hukum,Penyuluhan KB,Penyuluhan Agama dan lain sebagainya. Menyadari perkembangan pemakaian istilah yang demikian maka sebagiab para ahli bimbingan dan penyuluhan Indonesia yang tergabung dalam organisasi profesi IPBI (Ikatan Petugas Bimbingan Indonesia) mulai meragukan ketepatan penggunaan istilah penuluhan sebagai terjemah dari counseling tersebut.

              Oleh karena itu sebagian dari mereka berpendapat,sebaiknya istilah penyuluhan itu dikembalikan ke istilah aslinya yakni counseling,sehingga saat ini dipopulerkan dengan istilah bimbingan dan konseling untuk ilmu ini. Tetapi ada juga sebagian dari para ahli bimbingan dan penyuluhan berpendapat kalau istilah guidance diterjemahkan dalam bahsa Indonesia dengan istilah bimbingan,istilah counseling harus pula diartikan Bahasa Indonesianya. Berdasarkan pemikiran yang demikian maka para ahli itu ada yang menggunakan istilah bimbingan dan wawanwuruk, bimbingan dan wawan muka,bimbingan dan wawancara untuk member nama dengan nama ilmu ini. Namun dengan sekian banyak istilah tersebut saat ini yang paling popular adalah Bimbingan dan Konseling.[1]
            Pelayanan bimbingan dan konseling dilaksanakan dari manusia,untuk manusia dan oleh manusia. Dari manusia artinya pelayanan itu diselenggarakan berdasarkan hakikat keberadaan manusia dengan segenap dimensi kemanusiaanya. Untuk manusia dimaksudkan bahwa pelayanan tersebut diselenggarakan demi tujuan-tujuan yang agung,mulia dan positif bagi kehidupan kemanusiaan menuju manusia seutuhnya baik manusia sebagai individu maupun kelompok. Oleh manusia mengandung pengertian penyelnggara kegiatan itu adalah manusia dengan segenap derajat,martabat dan keunikan masing-masing yang terlibat di dalamnya.
              Bentuk nyata dari gerakan bimbingan dan konseling yang formal berasal dari Amerika Serikat yang telah dimulai pengembanganya sejak Frank Parson mendirikan sebuah bimbingan yang disebut vocational bureau di boston pada tahun 1908. Badan itu selanjutnya di ubah namanya vocational guidance bureau,usaha personal inilah yang menjadi cikal bakal pengembangan gerakan bimbingan dan konseling.[2]
1.      Pengertian Bimbingan
              Secara etimologi kata bimbingan merupakan terjemahan dari kata “guidance” berasal dari kata kerja “to guide” yang berarti “menunjukan,membimbing, menuntun, ataupun membantu. Sesuai dengan istilahnya ,maka secara umum bimbingan dapat diartikan sebagai suatu bantuan atau tuntunan adalah bimbingan. Namun,tidak semua bentuk bantuan ataupun tuntunan adalah bimbingan.[3]
              Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan kepada individu dari seorang yang ahli, namun tidak sesederhana itu untuk memahami pengertian dari bimbingan. Pengertian tetang bimbingan formal telah diusahakan orang setidaknya sejak awal abad ke-20, yang diprakarsai oleh Frank Parson pada tahun 1908. Sejak itu muncul rumusan tetang bimbingan sesuai dengan perkembangan pelayanan bimbingan, sebagai suatu pekerjaan yang khas yang ditekuni oleh para peminat dan ahlinya. Pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli memberikan pengertian yang saling melengkapi satu sama lain.

              Prayitno dan Erman Amti (2004:99) mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku.[4]
              Maka untuk memahami pengertian dari bimbingan perlu mempertimbangkan beberapa pengertian yang dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :
              Bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan yang terus menerus dan sistematis dari pembimbing kepada yang dibimbing agar tercapai kemandirian dalam pemahaman diri,penerima diri dan perwujudan dalam mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan pentesuaian diri dengan lingkungan (DR. Moh Surya,1986).
              Bimbingan adalah suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan serta berkesinambungan,supaya individu tersebut dapat memahami dirinya,sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan dapat bertindak secara wajar,sesuai dengan tuntunan dan keadaan lingkungan sekolah,kelurga dan masyarakat serta kehidupan umunya. Dengan demikian dia dapat mengecap kebahagiaan hidup dan dapat memberikan sumbangan yang berarti bag kehidupan masyarakat umumnya. Bimbingan membantu individu mencapai perkembangan diri secara optimal sebagai makhluk social (DR. Rachman natawidjaja,1988 :7)[5]
              Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih,mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya” (Frank Parson ,1951). Frank Parson merumuskan pengertian bimbingan dalam beberapa aspek yakni bimbingan diberikan kepada individu untuk memasuki suatu jabatan dan mencapai kemajuan dalam jabatan. Pengertian ini masih sangat spesifik yang berorientasi karir.
              “Bimbingan membantu individu untuk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri” (Chiskolm,1959). Pengertian bimbingan yang dikemukan oleh Chiskolm bahwa bimbingan membantu individu memahami dirinya sendiri, pengertian menitik beratkan pada pemahaman terhadap potensi diri yang dimiliki.
              “Bimbingan merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu” (Bernard & Fullmer ,1969).Pengertian yang dikemukakan oleh Bernard & Fullmer bahwa bimbingan dilakukan untuk meningkatakan pewujudan diri individu.Dapat dipahami bahwa bimbingan membantu individu untuk mengaktualisasikan diri dengan lingkungannya.[6]

            “Bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan proses belajar yang sistematik” (Mathewson,1969).Mathewson mengemukakan bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yang menekankan pada proses belajar. Pengertian ini menekankan bimbingan sebagai bentuk pendidikan dan pengembangan diri, tujuan yang diinginkan diperoleh melalui proses belajar.
             
               Jones: guidance is the help given by one person to another in making choice and justment and in solving problems. Pengertian ini mengandung maksud bahwa pembimbing hanya bertugas membantu agar individu mampu membantu dirinya sendiri dan keputusan terakhir tergantung pada individu yang bersangkutan.[7]

            Bimo Walgito: bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan di dalam kehidupannya agar dapat menyesuaikan kesejahteraan hidupnya.

            Dari beberapa pengertian bimbingan yang dikemukakan oleh para ahli maka dapat diambil kesimpulan tentang pengertian bimbingan yang lebih luas, bahwa bimbingan adalah :
            “Suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis, yang dilakukan oleh seorang ahli yang telah mendapat latihan khusus untuk itu, dimaksudkan agar individu dapat memahami dirinya, lingkunganya serta dapat mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengan lingkungan untuk dapat mengembangkan potensi dirinya secara optimal untuk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat”.[8]
            Definisi di atas disimpulkan bahwa bimbingan merupakan (a) proses yang berkesinambungan, (b) proses membantu individu, (c) bertujuan agar individu dapat mengarahkan dan mengembangkan dirinya secara optimal sesuai kemampuannya dan (d) tujuan utamanya agar individu memahami diri dan menyesuaikan dengan lingkungannya.[9]
2.      Pengertian Konseling


              Istilah konseling berasal dari bahasa Inggris “to counsel” yang secara etimologis berarti “to give advice” (Homby: 1958:246) atau memberi saran dan nasihat.

              Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan dimana proses pemberian bantuan itu berlangsung melalui wawancara dalam serangkaian pertemuan langsung dan tatap muka antara guru/konselor dengan klien itu mampu memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap dirinya, mampu memecahkan masalah yang dihadapinya dan mampu mengarahakn dirinya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki ke arah perkembangan yang optimal, sehingga ia dapat mencapai kebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial.[10]
              Sedangkan dalam Bahasa Anglo Saxon istilah konseling berasal dari “sellan” yang berarti”menyerahkan” atau “menyampaikan”.Konseling meliputi pemahaman dan hubungan individu untuk mengungkapkan kebutuhan-kebutuhan,motivasi,dan potensi potensi yang yang unik dari individu dan membantu individu yang bersangkutan untuk mengapresiasikan ketige hal tersebut. (Berdnard & Fullmer ,1969).
            Konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang mengalami sesuatu masalah (disebut konsele) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Istilah ini pertama kali digunakan olehFrank Parsons di tahun 1908 saat ia melakukan konseling karir. Selanjutnya juga diadopsi oleh Carl Rogers yang kemudian mengembangkan pendekatan tetapi yang berpusat pada klien (client centered).

.             Sedangkan konseling menurut Prayitno dan Erman Amtidalam buku Dasar-Dasar Bimbingan Konseling (2004:105) adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Sejalan dengan itu, Winkel mendefinisikan konseling sebagai serangkaian kegiatan paling pokok dari bimbingan dalam usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus.

              Berdasarkan pengertian konseling di atas dapat dipahami bahwa konseling adalah usaha membantu konseli/klien secara tatap muka dengan tujuan agar klien dapat mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus. Dengan kata lain, teratasinya masalah yang dihadapi oleh konseli/klien.
     Pengertian Konseling menurut ahli adalah:
              Menurut British Association of Counselling (1984) yang dikutip oleh Mappiare (2004) konseling merupakan suatu proses bekerja dengan orang banyak, dalam suatu hubungan yang bersifat pengembangan diri, dukungan terhadap krisis, psikoterapis, bimbingan atau pemecahan masalah.
              Menurut Burk dan Stefflre (1979) yang dikutip Latipun (2001) konseling mengindikasikan hubungan profesional antara konselor terlatih dengan klien, hubungan yang terbentuk biasanya bersifat individu ke individu, kadang juga melibatkan lebih dari satu orang suatu misal keluarga klien. Konseling didesain untuk menolong klien dalam memahami dan menjelaskan pandangan mereka terhadap suatu masalah yang sedang mereka hadapi melalui pemecahan masalah dan pemahaman karakter dan perilaku klien.

              Menurut Pietrofesa, Leonard dan Hoose (1978) yang dikutip oleh Mappiare (2004) konseling merupakan suatu proses dengan adanya seseorang yang dipersiapkan secara profesional untuk membantu orang lain dalam pemahaman diri pembuatan keputusan dan pemecahan masalah dari hati kehati antar manusia dan hasilnya tergantung pada kualitas hubungan.

              Menurut Palmer dan McMahon (2000) yang dikutip oleh Mc leod (2004) konseling bukan hanya proses pembelajaran individu akan tetapi juga merupakan aktifitas sosial yang memiliki makna sosial. Orang sering kali menggunakan jasa konseling ketika berada di titik transisi, seperti dari anak menjadi orang dewasa, menikah ke perceraian, keinginan untuk berobat dan lain-lain. Konseling juga merupakan persetujuan kultural dalam artian cara untuk menumbuhkan kemampuan beradaptasi dengan institusi sosial.[11]
Rumusan (Pepinsky & Pepinsky,dalam Shertzer & Stone,1974)
1. Konseling adalah suatu proses interaksi antara dua orang individu,masing-masing disebut konselor dan klien.
2. Dilakukan dalam suasana yang profesional Bertujuan dan berfungsi sebagai alat (wadah) untuk memudahkan perubahan tingkah laku klien.
Rumusan (Smith,dalam Shertzer & Stone,1974)
1. Konseling merupakan suatu proses pemberian bantuan
2. Bantuan diberikan dengan menginterprestasikan fakta-fakta atau data,baik mengenai individu yang dibimbing sendiri maupun lingkungannya,khususnya menyangkut pilihan-pilihan,dan rencana-rencana yang dibuat.
Rumusan (Division of Conseling Psychologi)
1. Konseling merupakan proses pemberian bantuan
2. Bantuan diberikan kepada individu-individu yang sedang mengalami hambatan atau gangguan dalam proses perkembangan.
Rumusan (Mc. Daniel,1956)
1. Konseling merupakan rangkaian pertemuan antara konselor dengan klien.
2. Dalam pertemuan itu konselor membantu klien mengatasi kesulitan-kesulitanyang dihadapi.
3. Tujuan pemberian bantuan itu adalah agar klien dapat menyesuaiaknnya dirinya,baik dengan diri maupun dengan lingkungan.
              Berdasarkan Rumusan diatas maka yang dimaksud dengan Konseling adalah:“Proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara Konseling oleh seorang ahli (disebut Konselor) kepada individu yang sedang mengalami masalah (disebut klien) yang bermuara pada teratasinya masalah yang dialami oleh klien.
            Bimbingan dan Konseling, “Proses interaksi antara konselor dengan klien/konselee baik secara langsung (tatap muka) atau tidak langsung (melalui media : internet, atau telepon) dalam rangka mem-bantu klien agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau memecahkan masalah yang dialaminya”.[12]
3.      Pengertian Bimbingan Dan Konseling Islami
              Bimbingan islami adalah proses pemberian bantuan terhadap individu agar mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah,sehingga dapat mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Artinya bimbingan tidak menentukan atau mengharuskan membantu,individu dibantu dibimbing agar mampu hidup selaras dengan ketentuan Allah maksudnya sebagai berikut :
a.       Hidup selaras dengan ketentuan Allah artinya sesuai dengan kodrat yang ditentukan Allah,sesuai dengan sunatullah.
b.      Hidup selaras dengan petunjuk Allah artinya sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan Allah melalui RasulNya.
c.       Hidup selaras dengan ketentuan Allah berarti menyadari eksistensi sebagai makhluk yang diciptakan dan diperintahkan untuk mengabdi kepadaNya.[13]

B.     Tujuan Bimbingan Konseling


              a.Tujuan Umum

              Tujuan umum dari layanan Bimbingan dan Konseling adalah sesuai dengan tujuan pendidikan sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN) Tahun 1989 (UU No. 2/1989), yaitu terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya yang cerdas, yang beriman, dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan (Depdikbud, 1994 : 5).
              b. Tujuan Khusus
              Secara khusus layanan Bimbingan dan Konseling bertujuan untuk membantu siswa agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi, sosial, belajar dan karier. Bimbingan pribadi sosial dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pribadi sosial dalam mewujudkan pribadi yang taqwa, mandiri, dan bertanggung-jawab. Bimbingan belajar dimaksudkan untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan. Bimbingan karier dimaksudkan untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif.
            Tujuan umum bimbingan dan konseling adalah untuk membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengan tahap perkembangan dan predisposisi yang dimilikinya (seperti kemampuan dasar dan bakat yang dimilikinya),berbagai latar belakang yang ada ( social,ekonomi, pendidikan) serta tuntutan positif lingkunganya. Bimbingan dan konseling membantu individu untuk menjadi insan yang berguna dalam kehidupanya yang memiliki berbagai wawasan, pandangan, pilihan dan penyesuaian, ketrampilan yang tepat yang berkenaan dengan diri sendiri dan lingkunganya. Insan seperti ini adalah insan yang mandiri  yang memiliki kemampuan untuk memahami diri sendiri dan lingkunganya secara tepat dan bijaksana serta akhirnya mampu mewujudkan diri sendiri secara optimal.
            Adapun tujuan khusus bimbingan dan konseling merupakan penjabaran umum tersebut yand dikaitkan secara langsung dengan permasalahan yang dialami oleh individu yang bersangkutan sesuai dengan kompleksitas permasalahan itu. Masalah individu bermacam ragam jenis, dan sangkut pautnya. Oleh karena itu tujuan khusus bimbingan dan konseling untuk masing-masing individu,tujuan individu seseorang individu berbeda dari ( dan tidak boleh disamakan dengan ) tujuan bimbingan dan konseling lainya.[14]
            Dalam hubungan ini pelayanan bimbingan dan konseling diberikan kepada siswa “dalam rangka upaya agar siswa dapat menemukan pribadi, mengenal lingkungan, dan merencanakan masa depan”. (Prayitno. 1997:23).
              Bimbingan dalam rangka menemukan pribadi, ditujukan agar peserta didik mengenal kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri serta menerimanya secara positif dan dinamis sebagai modal pengembangan diri lebih lanjut. Sebagai manusia yang normal di dalam setiap diri individu selain memiliki hal-hal yang positif tentu ada yang negatif. Pribadi yang sehat ialah apabila ia mampu menerima dirinya sebagaimana adanya dan mampu mewujudkan hal-hal positif sehubungan dengan penerimaan dirinya itu.
              Bimbingan dalam rangka mengenal lingkungan ditujukan agar peserta mengenal lingkungannya secara objektif, baik lingkungan sosial dan ekonomi, lingkungan budaya yang sangat sarat dengan nliai-nilai dan norma-norma, maupun lingkungan fisik dan menerima berbagai kondisi lingkungan itu secara positif dan dinamis pula.
              Sedangkan bimbingan dalam rangka merencanakan masa depan ditujukan agar peserta didik mampu mempertimbangkan dan mengabil keputusan tentang masa depan dirinya, baik yang menyangkkut bidang pendidikan, bidnag karir, maupun bidnag budaya, keluarga dan masyarakat (Prayito, 1998: 24). Melalui perencanaan masa depan ini individu diharapkan mampu mawujudkan dirinya sendiri dengan bakat, minat, intelegensi dan kemungkinan-kemungkinan yang dimilikinya. Dan perlu pula diingat bahwa diri haruslah sejalan dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam masyarakat. Apabila kemampuan mewujudkan diri ini benar-benar telah ada pada diri seseorang, maka akan mampu berdiri sendiri sebagai pribadi yang mandiri, bebas dan mantap.
              Bimbingan dan konseling bertujuan untuk membantu manusia agar dapat mencapai tujuan-tujuan perkembangan meliputi aspek pribadi, sosial, belajar dan karier. Tujuan bimbingan di sekolah ialah membantu siswa dalam : 1) mengatasi kesulitan belajar, 2) mengatasi kebiasaan yang tidak baik pada saat kegiatan belajar maupun dalam hubungan sosial, 3) mengatasi kesulitan yang berhubungan dengan kesehatan jasmani, 4) hal yang berkaitan dengan kelanjutan studi, 5) kesulitan yang berhubungan dengan perencanaan dan pemilihan pekerjaan dan 6) mengatasi kesulitan masalah sosial-emosional yang berasal dari murid berkaitan dengan lingkunga sekolah, keluarga dan lingkungan yang lebih luas.
            Dalam bahasa lain Downing mengemukakan bahwa tujuan bimbingan di sekolah sama dengan pendidikan terhadap diri sendiri yaitu membantu siswa agar dapat memenuhi kebutuhan sosial psikologis, merealisasikan keinginan serta mengembangkan kemampuan dan potensinya.
            Sejalan dengan  perkembangan konsepsi bimbingan dan konseling,maka tujuan bimbingan dan konseling mangalami perubahan dari yang sederhana menuju yang lebih komperhensif,perkembanganya dapat dilihat di bawah ini:
            Untuk membantu individu membuat pihan-pilihan,penyesuaiain,dan interpretasi-interpretasi dalamnhubunganya dengan situasi tertentu (hamrin & cliford dalam Jones,1951).Untuk memperkuat fungsi-fungsi pendidikan (bradshow, dalam McDaniel, 1956), untuk membantu orang-orang yang menjadi insane yang berguna,tidak hanya sekedar mengikuti kegiatan-kegiatan yang berguna saja ( tiedeman, dalam Bernard & Fullmer,1969 ).

d.      Tujuan Bimbingan Dan Konseling Islam
              Secara garis besar atau seara umum,tujuan bimbingan dan konseling Islam dapat dirumuskan sebagai “ membantu individu mewujudkan dirinya sebagai manusia seutuhnya agar mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat”. Bimbingan dan konseling Islam berusaha membantu mencegah jangan sampai individu menghadapai atau memenuhi masalah,dengan kata lain membantu individu mencegah timbulnya masalah bagi dirinya.
              Manakala klien atau yang dibimbing telah bias menyelesaikan masalah yan dihadapinya,bimbingan dan konseling Islami masih tetap membantunya, yakni dengan membantu individu dari mengalami kembali menghadapi masalah tersebut sekaligus dengan membantu mengembangkan segi-segi positif yang dimiliki dan mungkin dimiliki individu.
              Dengan demikian secar singkat tujuan bimbingan dan konseling Islam adalah :
1.      Tujuan umum : membantu individu mewujudkan dirinya menjadi manusia seuthnya agar mencapai kebahagian hidup di dunia dan di akhirat.
2.      Tujuan khusus : membantu individu agar tidak menghadapi masalah,membantu individu mengatasi masalah yang sedang dihadapinya, membantu individu memelihara dan mengembangkan situasi dan kondisi yang baik atau yang telah baik aagar tetap baik atau menjadi lebih baik, sehingga tidak akan menjadi sumber masalah bagi dirinya dan orang lain.[15]








[1] Hallen, Bimbingan Dan Konseling, Ciputat Press, Jakarta, 2002 h 1
[2] Prayitno Dan Amti,Emran, Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling, Rineka Cipta, Jakarta 1999 Hal 92
[3] Ibid hal 3
[5] opcit hal 5
[6] Ibid hal 94
[8] Www.El-Nashfi.Blogspot.Com
[9]Opcit
[10] Hallen, Bimbingan Dan Konseling, Ciputat Press, Jakarta, 2002 H 7
[13] Aunur Rahim Faqih, Bimbingan Dan Konseling Dalam Islam, UII Press, Yogyakarta, 2004 H 4
[14] Prayitno Dan Amti,Emran, Dasar-Dasar Bimbingan Dan Konseling, Rineka Cipta, Jakarta 1999 H 114
[15] Opcit hal 37
========================================================
ARTIKEL: Data File Com
Penulis  : Beni Prasetyo (FB) Abu Abdirrahman Beni Al-Maetrowy






Selengkapnya…


Bahan Presentasi Bahasa Indonesia (Bahasa yang Baik dan benar, Komposisi, Analisis Tema)

| View Comments | Sabtu, 14 Januari 2012
|

Data File Com:~ Ok temen-temen kali ini yang akan saya posting adalah materi presentasi saya dan kelompok saya MK (Mata Kuliah) Bahasa Indonesia, yups tepatnya materi presentasi saya membahas tentang
-  Bahasa yang baik dan Benar 
-  Komposisi 
-  Analisis Tema 

Ketiga Point tersebut sudah terangkum (rangkuman jadi ya ga' terlalu lengkap2 amat) dalam bahan Presentasi saya yang saya buat dalam bentuk file (.ppt) atau Power Point, jadi bagi temen-temen yang berkenan untuk mendownload dan menggunakannya saya persilahkan, TAPI JANGAN LUPA KOMENTARNYA YA DI BAWAH Ok ...!!! 

Screen shoot 






Ok langsung aja temen2 di sedot materinya melalui link di bawah ini:



Selengkapnya…


Pengertian dan Fungsi Manajemen (Makalah)

| View Comments | Rabu, 19 Oktober 2011
|

BAB I

PENDAHULUAN

Sebelum abad ke-20, terjadi dua peristiwa penting dalam ilmu manajemen. Peristiwa pertama terjadi pada tahun 1776, ketika Adam Smith menerbitkan sebuah doktrin ekonomi klasik, The Wealth of Nation. Dalam bukunya itu, ia mengemukakan keunggulan ekonomis yang akan diperoleh organisasi dari pembagian kerja (division of labor), yaitu perincian pekerjaan ke dalam tugas-tugas yang spesifik dan berulang. Dengan menggunakan industri pabrik peniti sebagai contoh, Smith mengatakan bahwa dengan sepuluh orang—masing-masing melakukan pekerjaan khusus—perusahaan peniti dapat menghasilkan kurang lebih 48.000 peniti dalam sehari. Akan tetapi, jika setiap orang bekerja sendiri menyelesaikan tiap-tiap bagian pekerjaan, sudah sangat hebat bila mereka mampu menghasilkan sepuluh peniti sehari. Smith menyimpulkan bahwa pembagian kerja dapat meningkatkan produktivitas dengan (1) meningkatnya keterampilan dan kecekatan tiap-tiap pekerja, (2) menghemat waktu yang terbuang dalam pergantian tugas, dan (3) menciptakan mesin dan penemuan lain yang dapat menghemat tenaga kerja.



Peristiwa penting kedua yang memengaruhi perkembangan ilmu manajemen adalah Revolusi Industri di Inggris. Revolusi Industri menandai dimulainya penggunaan mesin, menggantikan tenaga manusia, yang berakibat pada pindahnya kegiatan produksi dari rumah-rumah menuju tempat khusus yang disebut pabrik. Perpindahan ini mengakibatkan manajer-manajer ketika itu membutuhkan teori yang dapat membantu mereka meramalkan permintaan, memastikan cukupnya persediaan bahan baku, memberikan tugas kepada bawahan, mengarahkan kegiatan sehari-hari, dan lain-lain, sehingga ilmu manajamen mulai dikembangkan oleh para ahli.

Salah satu point penting di dalam manajemen adalah mengenai fungsi dari manajemen tersebut, dan pada kesempatan ini penulis akan memberikan beberapa pendapat para ahli mengenai fungsi-fungsi manajemen yang sudah penulis rangkai di dalam bab pembahasan.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen

Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan – 1985). [1]

Istilah manajemen memiliki berbagai pengertian. Secara universal manajemen adl penggunaan sumberdaya organisasi utk mencapai sasaran dan kinerja yg tinggi dalam berbagai tipe organisasi profit maupun non profit.
Definisi manajemen yg dikemukakan oleh Daft (2003:4) sebagai berikut: “Management is the attainment of organizational goals in an effective and efficient manner through planning organizing leading and controlling organizational resources”. Pendapat tersebut kurang lbh mempunyai arti bahwa manajemen merupakan pencapaian tujuan organisasi dgn cara yg efektif dan efisien lewat perencanaan pengorganisasian pengarahan dan pengawasan sumberdaya organisasi.

Plunket dkk.(2005:5) mendefinisikan manajemen sebagai “One or more managers individually and collectively setting and achieving goals by exercising related functions (planning organizing staffing leading and controlling) and coordinating various resources (information materials money and people)”. Pendapat tersebut kurang lbh mempunyai arti bahwa manajemen merupakan satu atau lbh manajer yg secara individu maupun bersama-sama menyusun dan mencapai tujuan organisasi dgn melakukan fungsi-fungsi terkait (perencanaan pengorgnisasian penyusunan staf pengarahan dan pengawasan) dan mengkoordinasi berbagai sumber daya (informasi material uang dan orang).

Manajer sendiri menurut Plunket dkk.(2005:5) merupakan people who are allocate and oversee the use of resources jadi merupakan orang yg mengatur dan mengawasi penggunaan sumber daya.

Lewis dkk.(2004:5) mendefinisikan manajemen sebagai: “the process of administering and coordinating resources effectively and efficiently in an effort to achieve the goals of the organization.” Pendapat tersebut kurang lbh mempunyai arti bahwa manajemen merupakan proses mengelola dan mengkoordinasi sumber daya-sumber daya secara efektif dan efisien sebagai usaha utk mencapai tujuan organisasi.

Menurut Mary Parker Follet yg dikutip oleh Handoko (2000:8) manajemen merupakan seni dalam menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini mengandung arti bahwa para manajer mencapai tujuan-tujuan organisasi melalui pengaturan orang-orang lain utk melaksanakan berbagai tugas yg mungkin diperlukan.[2]

B. Fungsi Manajemen

Manajemen oleh para penulis dibagi atas beberapa fungsi, pembangian fungsi-fungsi manajemen ini tujuannya adalah:

1. Supaya sistematika urutan pembahasannya lebih teratur

2. Agar analisis pembahasannya lebih mudah dan lebih mendalam

3. Untuk menjadi pedoman pelaksanaan proses manajemen bagi manajer[3]

Fungsi-fungsi manajemen adalah serangkaian kegiatan yang dijalankan dalam manajemen berdasarkan fungsinya masing-masing dan mengikuti satu tahapan-tahapan tertentu dalam pelaksanaannya. Fungsi-fungsi manajemen, sebagaimana diterangkan oleh Nickels, McHug and McHugh (1997), terdiri dari empat fungsi, yaitu:

· Perencanaan

Perencanaan atau Planning, yaitu proses yang menyangkut upaya yang dilaku-kan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi. Di antara kecenderungan dunia bisnis sekarang, misalnya, bagaimana merencanakan bisnis yang ramah lingkungan, bagaimana merancang organisasi bisnis yang mampu bersaing dalam persaingan global, dan lain sebagainya.

· Pengorganisasian

Pengorganisasian atau Organizing, yaitu proses yang menyangkut bagaimana strategi dan taktik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didesain dalam sebuah struktur organisasi yang cepat dan tangguh, sistem dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan bisa memastikan bahwa semua pihak dalam orga¬nisasi bisa bekerja secara efektif dan efisien guna pencapaian tujuan organisasi.

· Pengimplementasian

Pengimplementasian atau Directing, yaitu proses implementasi program agar bisa dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktivitas yang tinggi.

· Pengendalian

Pengendalian dan Pengawasan arau Controlling, yaitu proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, di¬organisasikan, dan diimplementasikan bisa berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjadi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

Banyak ahli yang berbeda pandangan mengenai fungsi manajemen akan tetapi esensinya tetap sama, bahwa:

1. Manajemen terdiri dari berbagai proses yang terdiri dari tahapan-tahapan tertentu yang berfungsi untuk mencapai tujuan organisasi.

2. Setiap tahapan memiliki keterkaitan satu sama lain dalam pencapaian tujuan organisasi

Secara diagramatis, jika kita kaitkan antara tujuan organisasi (yang harus dicapai secara efektif dan efisien) dan sumber-sumber daya organsaisi dengan fungsi-fungsi manajemen yang baru saja diterangkan, maka dapat dilihat pada Gambar berikut ini:

Gambar tersebut menerangkan bahwa fungsi-fungsi manajemen diperlukan agar keseluruhan sumber daya organisasi dapat dikelola dan dipergunakan secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat tercapai.

Kegiatan-kegiatna dalam fungsi menajamen

- Fungsi Perencanaan (Planning)

a. Menetapkan tujuan dan target bisnis

b. Merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target bisnis tersebut

c. Menentukan sumber-sumber daya yang diperlukan

d. Menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis

- Fungsi Pengorganisasian (Organizing)

a. Mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan amenetapkan tugas, dan menetapkan rposedur yang diperlukan

b. Menetapkan struktur ornganisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab

c. Kegiatna perekrutan, penyeleksian, pelatihan, dan pengembangan sumber daya mansuia/tenaga kerja

d. Kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat

- Fungsi pengimplementasian (Directing)

a. Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan

b. Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan menjelaskan kebijakan yagn ditetapkan

- Fungsi Pengawasan (Controlling)

a. Mengevaluasi keberhasilan dalam pencapaian tujuan dan target bisnis sesuai dengan indikator yang telah ditetapkan

b. Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas penyimpangan yang mungkin ditemukan

c. Melakukan berbagai alternatif solusi atas bnerbagai masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan dan target bisnis.[4]

BAB III

PENUTUP

Dari beberapa penjelasan di atas penulis dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa manajemen merupakan sebuah ilmu dan seni yang mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

Adapun fungsi-fungsi manajemen meliputi beberapa hal yaitu:

1. Planning merupakan fungsi manajemen yg berkenaan dgn pendefinisian sasaran utk kinerja organisasi di masa depan dan utk memutuskan tugas-tugas dan sumber daya-sumber daya yg digunakan yg dibutuhkan utk mencapai sasaran tersebut.

2. Organizing merupakan fungsi manajemen yg berkenaan dgn penugasan mengelompokkan tugas-tugas ke dalam departemen-departemen dan mengalokasikan sumber daya ke departemen.

3. Leading fungsi manajemen yg berkenaan dgn bagaimana menggunakan pengaruh utk memotivasi karyawan dalam mencapai sasaran organisasi.

4. Controlling fungsi manajemen yg berkenaan dgn pengawasan terhadap aktivitas karyawan menjaga organisasi agar tetap berada pada jalur yg sesuai dgn sasaran dan melakukan koreksi apabila diperlukan.

DAFTAR PUSTAKA

Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Dasar-Dasar Perbankan, Jakarta: Bumi Aksara, 2004,

Rahmat, Definisi Manajemen, disalin dari website: http://blog.re.or.id/definisi-manajemen.htm

Hasibuan, Malayu, Manajemen= Dasar, Pengertian dan Masalah, (PT Bumi Aksara: Jakarta), 2005

Trisnawati Sule, Ernie, Pengantar Manajemen, (KEncana: Jakarta), hal. 8

http://www.datafilecom.blogspot.com



[1] Drs. H. Malayu S.P. Hasibuan, Dasar-Dasar Perbankan, Jakarta: Bumi Aksara, 2004, hal. 54

[2] Rahmat, Definisi Manajemen, disalin dari website: http://blog.re.or.id/definisi-manajemen.htm

[3] Hasibuan, Malayu, Manajemen= Dasar, Pengertian dan Masalah, (PT Bumi Aksara: Jakarta), 2005, hal. 37

[4] Trisnawati Sule, Ernie, Pengantar Manajemen, (KEncana: Jakarta), hal. 8

.
Selengkapnya…


Mau Berlangganan Artikel Gratis dari Data File Com?

Tulis Email Anda disini:

Setelah Menekan Berlangganan, Kami Membutuhkan Verifikasi dari Email Anda, Agar Kami Bisa Mengirimkan Postingan Terbaru kami ke Email Anda, Jadi silahkan Cek Inbox Email anda setelah mendaftar, dan Klik Link Verifikasi

By Admin

 
..:A:..
Akhi Abdul
Agha'ku
Pak Haris Setiadji
anggasona-anotherbestblog
..:B:..
Blog_Vaganza
Blog Junaidi
...
..:C:..
...
..:D:..
...
..:E:..
E-One S
...
..:F:..
...
..:G:..
...
..:H:..
...
..:I:..
Imanq
Insurance Finance
...
..:J:..
...
..:K:..
KELPOLOVA
KETEP PASS
...
..:L:..
...
..:M:..
...
..:N:..
Nanie Granger
n66ee
...
..:O:..
...
..:P:..
...
..:Q:..
...
..:R:..
...
..:S:..
STAIN Metro
...
..:T:..
...
..:U:..
Urang Lembur
...
..:V:..
...
..:W:..
Wong Ganteng
...
..:X:..
...
..:Y:..
...
..:Z:..
...
Salam Hangat dariku
::| DFC |::
::|Admin|::

Page Rank
 
Back To Top