Administrasi Pendidikan seringkali disalahartikan sebagai sematamata ketatausahaan pendidikan. Namun dari uraian berikut ini akan diketahui bahwa pengertian administrasi pendidikan sebenarnya adalah bukan sekadar itu. Mendefinisikan administrasi pendidikan tidak begitu mudah, karena ia menyangkut pengertian yang luas. Culbertson (1982), mengatakan bahwa Schwab padatahun enampuluhan telah mendiskusikan bagaimana kompleksnya administrasi pendidikan sebagai ilmu. Ia memperkirakan bahwa ada sekitar 50.000 masalah yang mungkin timbul dalam pelaksanaan administrasi pendidikan. Angka ini ia perkirakan dari berbagai fenomena yang adakaitannyadengan administrasi pendidikan, seperti masyarakat, sekolah guru, murid, orang tua, dan variabel yang berhubungan dengan itu. la menambahkan:
That educational administration is complex is also suggested by the fact that numerous disciplines, beside education, are seen as relevant to the development of its knowledge bese. During the last few decades strong cases have been made for aavancing research on educational administration by using social science disciplines as economics, political science,. sociology; such humanistic disciplines as history, philosophy and art; and such professional fields as law, public administration, business administration and administrative science (Culbertson, 1982)
Kajian tentang administrasi pendidikan secara mendalam bukan menjadi tujuan penulisan buku ini, karena hal itu menyangkut masalah pembicaraan yang lebih mendalam tentang pendekatan, objek, dan etika dalam ilmu itu. Oleh karena itu, perlu dicari upaya pemahaman tentang pengertian administrasi pendidikan sesuai dengan maksud penulisan buku ini. Barangkali pengertian itu akan lebih mudah dipahami kalau kita mencoba melukiskan administrasi pendidikan dari berbagai sudut pandang, dan mencoba memahaminya dari sudut pandang itu.
Ibarat kita mempelajari manusia, salah satu cara yang dapat kita tempuh adalah meninjaunya dari keadaan fisik manusia itu. Kita dapat melihat bagian-bagian tubuhnya, struktur tulangnya, peredaran darahnya, susunan otot-ototnya atau pencernaannya. Namun kita juga dapat meninjaunya dari reaksi psikisnya, hubungan dengan kelompoknya atau dari tinjauan aspek kemanusiaan lainnya. Dengan demikian, kita tidak perlu mendefinisikan manusia. Mendefinisikan apa itu manusia ternyata sulit, meskipun kelihatannya mudah. Hal ini disebabkan manusia mempunyai dimensi yang sangat banyak, yang sukar disatukan ke dalam satu definisi. Kalau misalnya kita mendefinisikan manusia sebagai makhluk yang terdiri dari kepala, perut, dua tangan, dua kaki, dan seterusnya, kemudian timbul pertanyaan apakah manusia yang mempunyai satu kaki dan satu tangan bukan manusia, atau manusia yang berperilaku seperti binatang masih dapat kita sebut manusia, meskipun organ tubuhnya lengkap. Sebagai akibatnya, akan muncul pula berbagai pertanyaan lainnya, yang juga tidak mudah dijawab dan didefinisikan.
.
- Pendidikan Informal Tahapan Pendidikan Yang Menjadi Gerbang Dan Benteng Bagi Kehidupan Seorang Anak (Bag. Pendahuluan)
- Makalah BK (Bimbingan Konseling)
- Bahan Presentasi Bahasa Indonesia (Bahasa yang Baik dan benar, Komposisi, Analisis Tema)
- Pengertian dan Fungsi Manajemen (Makalah)
- Penjelasan Pengertian Administrasi Pendidikan (Profesi Keguruan) (3)
- Penjelasan Pengertian Administrasi Pendidikan (Profesi Keguruan) (2)
- Peranan Guru dalam Administrasi Pendidikan
- Merumuskan Judul Penelitian (Metodologi Penelitian I)
- Menetapkan Masalah Penelitian (Metodologi Penelitian I)
- Menentukan Topik Penelitian (Metodologi Penelitian I)
- MBS Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan
- PRINSIP-PRINSIP MBS (Manajemen Berbasis Sekolah)
- Kode Etik Bimbingan Dan Konseling
- Orientasi Layanan bimbingan dan Konseling
- Asas-Asas Bimbingan dan Konseling
- Prinsip-prinsip Operasional Bimbingan dan Konseling Sekolah
- Landasan Bimbingan dan Konseling
- Peranan Bimbingan dan Konseling Dalam Pembelajaran Siswa
- Tujuan Bimbingan Di Sekolah
- Peranan bimbingan dan konseling dalam pendidikan di sekolah.
- KPK (Kelipatan Persekutuan Terkecil) Makalah Matematika
- Teknik Teknik Bimbingan Konseling (BK) (Makalah)
- Kepemimpinan Wanita (Makalah)
- HAKIKAT BELAJAR
- Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad: Ahli Hadits Madinah Abad Ini
- Khutbah Jum'at : Renungan Bagi Musafir
- Pendidikan Informal Tahapan Pendidikan Yang Menjadi Gerbang Dan Benteng Bagi Kehidupan Seorang Anak (Bag. Pendahuluan)
- Alhamdulillah Travic Pengunjung Bloggku sudah Mulai Stabil Lagi ~(senyum)~
- Langkah-langkah dalam perawatan kehamilan / ANC
- FISIOLOGI IKTERIK
- ASUHAN KEBIDANAN DENGAN IKTERUS
- Fisiologi Jantung Bag 4 (Aspek Anatomi Jantung)
- Fisiologi Jantung Bag 3 (Aspek Anatomi Jantung)
- SEKILAS TENTANG BAB FISIOLOGI JANTUNG (2)
- Fisiologi Jantung (1)
- Makalah BK (Bimbingan Konseling)
- Bahan Presentasi Bahasa Indonesia (Bahasa yang Baik dan benar, Komposisi, Analisis Tema)
- Salam Word.Com (Situs Jejaring Sosial Muslim, Menggandeng MUI Indonesia)
- Kumpulan Perintah Tombol Pintas dengan Keyboard untuk Komputer dan Ms Office (Word, Exel, Power Point dll)
- Pengertian dan Fungsi Manajemen (Makalah)
- Penjelasan Pengertian Administrasi Pendidikan (Profesi Keguruan) (3)
- Penjelasan Pengertian Administrasi Pendidikan (Profesi Keguruan) (2)
- Peranan Guru dalam Administrasi Pendidikan
- Merumuskan Judul Penelitian (Metodologi Penelitian I)
- Menetapkan Masalah Penelitian (Metodologi Penelitian I)
- Menentukan Topik Penelitian (Metodologi Penelitian I)
- MBS Untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan
- PRINSIP-PRINSIP MBS (Manajemen Berbasis Sekolah)