Kepemimpinan Wanita (Makalah)

| View Comments | Selasa, 28 Juni 2011
|

disalin dari tugas salah satu temanku di semester VI ini
STAIN Jurai Siwo Metro
Mata Kuliah Masailul Fiqh

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I. PENDAHLUAN
BAB II. PAMBAHASAN
A. Dalam Al Qur’an, Kaum Laki-laki adalah Pemimpin bagi Kaum Wanita
B. 5 Bukti: Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam Menetapkan bahwa Kaum Laki-laki Seharusnya Yang Memimpin
C. Kepemimpinan Wanita Yang Seharusnya Dilaksanakan
BAB III. PENUTUP
DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN


Menjadi seorang pemimpin bukan sebuah hal yang mudah sepertihalnya mudahnya kita dalam membalikkan telapak tangan, akan tetapi menjadi seorang pemimpin membutuhkan kejelian, membutuhkan kecerdasan, membutuhkan ilmu, serta banyak lagi yang dibutuhkan oleh seseorang jika dirinya menginginkan menjadi seorang pemimpin.
Tidaklah diragunakan lagi bahwa di dalam Islam laki-laki merupakan pemimpin bagi wanita, sehingga sudahlah sepatutnya di dalam Islam jikalau di dalam kepemimpinan keluarga saja diberikan kepada seorang laki-laki, bagaimana dengan kepemimpinan suatu negara?.
Oleh karena itu menjadi sebuah pertanyaan yang kiranya perlu dibahas adalah bagaimana jika seorang wanita menjadi pemimpin? Bagaimana jika seorang perempuan menjadi kepala negara? Apakah Islam


BAB II
PEMBAHASAN


A. Dalam Al Qur’an, Kaum Laki-laki adalah Pemimpin bagi Kaum Wanita
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
                                       •     
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. An Nisaa’ : 34)
Bagaimana maksud ayat ini menurut para ulama yang mendalam ilmunya?
Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim mengatakan mengenai ’ar rijaalu qowwamuna ’alan nisaa’, maksudnya adalah laki-laki adalah pemimpin wanita. (Ad Darul Mantsur, Jalaluddin As Suyuthi)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Laki-lakilah yang seharusnya mengurusi kaum wanita. Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita, sebagai hakim bagi mereka dan laki-lakilah yang meluruskan apabila wanita menyimpang dari kebenaran. Lalu ayat (yang artinya), ’Allah melebihkan sebagian mereka dari yang lain’, maksudnya adalah Allah melebihkan kaum pria dari wanita. Hal ini disebabkan karena laki-laki adalah lebih utama dari wanita dan lebih baik dari wanita. Oleh karena itu, kenabian hanya khusus diberikan pada laki-laki, begitu pula dengan kerajaan yang megah diberikan pada laki-laki. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, ”Suatu kaum itu tidak akan bahagia apabila mereka menyerahkan kepemimpinan mereka kepada wanita.” Hadits ini diriwayatkan oleh Bukhari dari hadits ‘Abdur Rohman bin Abu Bakroh dari ayahnya. (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim pada tafsir surat An Nisaa’ ayat 34)
Asy Syaukani rahimahullah juga mengatakan bahwa maksud ’qowwamuna’ dalam ayat ini: laki-laki seharusnya yang jadi pemimpin bagi wanita. (Fathul Qodir pada tafsir surat An Nisaa’ ayat 34)
Syaikh ‘Abdur Rahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata, “Kaum prialah yang mengurusi kaum wanita agar wanita tetap memperhatikan hak-hak Allah Ta’ala yaitu melaksanakan yang wajib, mencegah mereka dari berbuat kerusakan. Kaum laki-laki (baca: suami) berkewajiban pula mencari nafkah, pakaian dan tempat tinggal bagi kaum wanita.” (Taisir Karimir Rahman)
Dalam surat An Nisaa’ ayat 34 juga terdapat dalil lain yang menunjukkan bahwa laki-laki adalah pemimpin wanita yaitu pada ayat:
فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا
”Kemudian jika mereka (para istri) mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya.”
Ayat di atas menunjukkan bahwa istri harus menaati suaminya, bukan sebaliknya suami harus mentaati istri. (Tafsir Al Qur’an Lil Utsaimin, 5/81, Mawqi’ Al ’Allamah Al Utsaimin)
Jika laki-laki adalah pemimpin bagi wanita dalam rumah tangga yang lingkupnya lebih kecil, bagaimana mungkin wanita dibolehkan jadi pemimpin bagi desa, kecamatan, kabupaten, propinsi apalagi negara.
Banyak Ayat Lain dalam Al Qur’an yang Mendukung Hal Ini
Pertama; Allah melebihkan derajat laki-laki daripada wanita
وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
“Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al Baqarah: 228)
Kedua; Para Nabi dan Rasul adalah laki-laki.
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى
“Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri.” (QS. Yusuf : 109)


Ketiga; Para istri Nabi berada di bawah kekuasaan para Nabi.
                         •   
“Allah membuat isteri Nuh dan isteri Luth sebagai perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua isteri itu berkhianat kepada suaminya (masing-masing).” (QS. At Tahrim : 10)
Kata-kata di bawah dalam ayat ini menunjukkan bahwa wanita itu dipimpin, bukan yang memimpin. Ketentuan ini bukan hanya syari’at Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam, namun juga ini adalah ketentuan nabi terdahulu yaitu Nabi Nuh ’alaihis salam.
Keempat; Warisan laki-laki setara dengan dua wanita.
يُوصِيكُمُ اللَّهُ فِي أَوْلَادِكُمْ لِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْأُنْثَيَيْنِ
“Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan” (QS. An Nisa’ : 11)
Saksi laki-laki setara dengan dua wanita (dalam transaksi finansial bukan dalam semua persaksian), sebagaimana firman-Nya yang artinya,”Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya.” (QS. Al Baqarah : 282)
B. 5 Bukti: Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam Menetapkan bahwa Kaum Laki-laki Seharusnya Yang Memimpin
Bukti pertama; Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam tidak pernah mengangkat pemimpin (amir) dari kaum wanita.
Bukti kedua; Imam shalat tidak pernah seorang wanita, tetapi seorang laki-laki. Bahkan beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam ketika sakit tidaklah menyuruh istrinya untuk menjadi imam.
Bukti ketiga; Hak laki-laki lebih mulia daripada wanita.
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا
“Andai aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada yang lain, tentu akan kuperintahkan wanita sujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi no. 1159. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)
Bukti keempat; Wanita harus izin kalau ingin puasa sunnah. Hal ini ditegaskan dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam barsabda,
لا يحل للمرأة أن تصوم وزوجها شاهد إلا بأذنه
“Hendaklah wanita tidak berpuasa (sunnah) apabila suaminya ada di rumah selain dengan seizin suaminya.”(HR. Bukhari).
Pesan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ini ditujukan kepada sang isteri bukan kepada suami, karena suami adalah pemimpin.
Bukti kelima; Laki-laki wajib ditaati, sebagaimana hadits Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَلَمْ تَأْتِهِ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ
“Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya, lalu istrinya enggan mendatanginya, sehingga suaminya tidur dalam keadaan marah, maka malaikat akan melaknat istri tersebut sampai pagi hari.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadits ini menunjukkan bahwa suami punya hak memerintah isterinya karena suami adalah pemimpin.
Bukti lain dari sejarah Islam adalah bahwa semua para Rasul dan Nabi adalah laki-laki, begitu juga semua khalifah ada laki-laki dan pemimpin pasukan tempur untuk melawan musuh juga seorang laki-laki.
C. Kepemimpinan Wanita Yang Seharusnya Dilaksanakan
Wanita hanya diperbolehkan menjadi pemimpin di rumahnya, itu pun di bawah pengawasan suaminya, atau orang yang sederajat dengannya. Mereka memimpin dalam hal yang khusus yaitu terutama memelihara diri, mendidik anak dan memelihara harta suami yang ada di rumah. Tujuan dari ini semua adalah agar kebutuhan perbaikan keluarga teratasi oleh wanita sedangkan perbaikan masyarakat nantinya dilakukan oleh kaum laki-laki. Allah Ta’ala berfirman,

      •      •               
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al Ahzab: 33)
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

وَالْمَرْأَةُ فِى بَيْتِ زَوْجِهَا رَاعِيَةٌ وَهْىَ مَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا
“Dan wanita menjadi pemimpin di rumah suaminya, dia akan dimintai pertanggungjawaban mengenai orang yang diurusnya.” (HR. Bukhari no. 2409)
Kita hendaknya menerima ketentuan Allah yang Maha Bijaksana ini. Bukanlah Allah membendung hak asasi manusia, tetapi Dialah yang mengatur makhluk-Nya sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan kebahagiaannya masing-masing.


BAB III
PENUTUP



Dari uraian di atas dapatlah penulis simpulkan bahwa di dalam Islam pemimpin diberikan kepada laki-laki hal tersebut dikarenakan Allah beserta Rasululllalah yang memerintahkan serta mengajarkannya. Sehingga di dalam pandangan Islam seorang wanita menjadi pemimpin bagi kaum laki-laki merupakan suatu yang terlarang.
Hal tersebut sesuai dengan dalil-dalil yang sudah penulis paparkan di depan. Akan tetapi dengan hal tersebut bukan berarti wanita tidak sepenuhnya menjadi pemimpin. Wanita di dalam Islam juga disyari’atkan untuk menjadi seorang pemimpin akan tetapi kepemimpinannya juga tetap di bawah naungan kepemimpinan seorang laki-laki, yakni ketika menjadi seorang ibu atau istri, maka wanita tersebut berkewajiban untuk memimpin anak-anaknya, akan tetapi tetap dalam pimpinan suaminya.

DAFTAR PUSTAKA


http://pengusahamuslim.com/baca/artikel/808/pemimpin-wanita-dalam-kaca-mata-islam
http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/2984-pemimpin-wanita-menurut-kaca-mata-islam.html
http://rumaysho.com/belajar-islam/jalan-kebenaran/2985-alasan-wanita-tidak-pantas-jadi-pemimpin.html

Selengkapnya…


Berbuat Baiklah Kepada Tetangga

| View Comments |
|

Berbagai hadits telah mengajak bagaimanakah agar kita berakhlak yang baik, terutama terhadap orang-orang di sekitar kita yaitu tetangga. Itulah ajaran Islam yang mulia yang selalu mengajak kepada kebaikan dan berbuat baik terhadap sesama. Berikut beberapa hadits yang dibawakan oleh Al Imam Al Bukhari dalam kitab adabnya, Adabul Mufrod tentang berbuat baik kepada tetangga. Semoga semakin memperbaiki akhlak kita setelah mengetahui hal ini.

58- Bab Seseorang Jangan Meremehkan Tetangganya Meskipun [pemberiannya] Hanya Berupa Kuku Kambing -67

[90/122]

Dari ‘Amru bin Muadz Al Asyhali berkata, neneknya berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda kepadaku,

ياَ نِسَاءَ الْمُؤْمِنَاتِ! لاَ تُحْقِرَنَّ امْرَأةٌ مِنْكُنَّ لِجَارَتِهَا، وَلَوْ كُرَاعُ شَاةٍ مُحْرَقٌ

Wahai para wanita yang beriman janganlah salah seorang wanita dari kalian meremehkan (pemberian) tetangganya walaupun hanya berupa betis kambing yang dibakar.” (Shahih karena dikuatkan oleh hadits sesudahnya)

[91/123]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ! يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ!لاَ تُحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا، وَلَوْ فِرْسِنَ شاةٍ

Wahai para wanita muslimah! Wahai para wanita muslimah! Janganlah salah seorang di antara kalian meremehkan tetangganya meskipun [pemberiannya] hanya berupa kaki domba.” (Shahih) Lihat: [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 30-Bab Takhunu Jaaroh Lijarotiha. Muslim: 12-Kitab Az Zakah, hal. 90]



59- Bab Keluhan Tetangga -68

[92/124]

Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Seorang berkata pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسُولَ اللهِ ! إِنَّ لِي جَاراً يُؤْذِيْنِي

Wahai Rasulullah saya punya tetangga yang menggangguku.”

Rasulullah lalu berkata padanya,

اِنْطَلِقْ. فَأُخْرِجْ مَتَاعَكَ إِلَى الطَّرِيْقِ

“Pulanglah dan keluarkanlah barang milikmu ke jalan.”

Orang itu lalu pulang dan mengeluarkan barang miliknya ke jalan. Maka orang-orang berkumpul padanya dan bertanya,

مَا شَأْنُكَ؟

“Apa yang terjadi padamu?”

Orang itu menjawab,

لِي جَارٌ يُؤْذِيْنِي، فَذَكَرْتُ لِلنَّبِيِّ صَلىّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: ” اِنْطَلِقْ. فَأُخْرِجْ مَتَاعَكَ إِلَى الطَّرِيْقِ

“Tetanggaku mengganguku, lalu kuceritakan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berkata, “Pulanglah dan keluarkanlah barang milikmu.”

Orang – orang lalu berkata,

اللَّهُمَّ! اِلْعَنْهُ، الَّلهُمَّ! أَخْزِهُ

“Ya Allah laknat dan hinakanlah dia”

Rupanya hal itu terdengar oleh tetangganya. Maka berangkatlah ia untuk menemuinya dan berkata,

اِرْجِعْ إِلىَ مَنْزِلِكَ، فَوَاللهِ ! لاَ أُوْذِيْكَ

“Kembalilah ke rumahmu, demi Allah saya tidak akan mengganggumu lagi.” (Hasan Shahih) Lihat At Ta’liq Ar Raghib (3/235): [Abu Dawud: 40-Kitab Al Adab, 123-Bab Fii Haqqil Jaar]

[93/125]

Dari Abu Juhainah, ia berkata, “Ada seseorang mengadu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai tetangganya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lalu bersabda,

اِحْمِلْ مَتَاعَكَ، فَضَعْهُ عَلَى الطَّرِيْقِ، فَمَنْ مَرَّ بِهِ يَلْعَنُهُ

“Bawalah hartamu dan letakkanlah di jalan sehingga orang yang lewat akan melaknatnya.”

Maka orang yang lewat di tempat itu melaknat tetangganya. Tetangganya tersebut lalu datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau berkata padanya,

ماَ لَقِيْتَ مِنَ النَّاسِ؟

”Apa yang engkau dapatkan dari orang-orang?”

Orang itu berkata,

إَنَّ لَعْنَةَ اللهِ فَوْقَ لَعْنَتِهِمْ

”Sesungguhnya laknat Allah berada di atas laknat mereka.”

Lalu dia berkata pada orang yang mengadu tadi,

كُفِيْتَ

“Sudah cukup bagimu” atau semacam itu yang dia ucapkan. (Hasan Shahih) Lihat At Ta’liq Ar Raghib (3/235)

60- Bab 0rang yang Menganggu Tetangganya Sampai Keluar -69

[94/127]

Dari Abu Amir Al Himsi berkata, ”Tsauban berkata,

ماَ مِنْ رَجُلَيْنِ يَتَصَارَمَانِ فَوْقَ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ، فَيَهْلُكُ أَحَدُهُمَا، فَمَاتَا وَهُمَا عَلىَ ذَلِكَ مِنَ الْمُصَارَمَةِ، إِلاَّ هَلَكاَ جَمِيْعاً، وَمَا مِنْ جَارٍ يُظْلِمُ جَارَهُ وَيَقْهَرُهُ، حَتىَّ يَحْمِلَهُ ذَلِكَ عَلىَ أَنْ يَخْرُجَ مِنْ مَنْزِلِهِ، إِلاَّ هَلَكَ

”Tidak ada dua orang yang saling mengisolir lebih dari tiga hari, lalu salah seorang dari mereka meninggal dalam keadaan seperti itu, melainkan keduanya akan binasa. Dan tidak ada seorang pun yang menzhalimi tetangganya dan menyakitinya sampai hal itu membawanya keluar dari rumahnya kecuali dia pasti akan binasa.” (Shahih secara sanad)

61- Bab Tetangga Yahudi -70

[95/128]

Mujahid berkata, “Saya pernah berada di sisi Abdullah ibnu ‘Amru sedangkan pembantunya sedang memotong kambing. Dia lalu berkata,

ياَ غُلاَمُ! إِذَا فَرَغْتَ فَابْدَأْ بِجَارِنَا الْيَهُوْدِي

”Wahai pembantu! Jika anda telah selesai (menyembelihnya), maka bagilah dengan memulai dari tetangga Yahudi kita terlebih dahulu.”

Lalu ada salah seorang yang berkata,

آليَهُوْدِي أَصْلَحَكَ اللهُ؟!

“(Engkau memberikan sesuatu) kepada Yahudi? Semoga Allah memperbaiki kondisimu.”

‘Abdullah bin ’Amru lalu berkata,

إِنِّي سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُوْصِي بِالْجَارِ، حَتَّى خَشَيْنَا أَوْ رُؤِيْنَا أَنَّهُ سَيُوّرِّثُهُ

‘Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berwasiat terhadap tetangga sampai kami khawatir kalau beliau akan menetapkan hak waris kepadanya.” (Shahih) Lihat Al Irwa’ (891): [Abu Dawud: 40-Kitab Al Adab, 123-Fii Haqqil Jiwar. At Tirmidzi: 25-Kitab Al Birr wash Shilah, 28-Bab Maa Jaa-a fii Haqqil Jiwaar]j

Selengkapnya…


Keutamaan Sifat Malu

| View Comments |
|

Berikut adalah hadits-hadits yang dibawakan oleh Imam Al Bukhari dalam Adabul Mufrod yang membicarakan keutamaan sifat malu.
[465/597]
Dari Abu Mas'ud, ia berkata bahwa Uqbah berkata, “Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

إن مما أدرك الناس من كلام النبوة [الأولى/1316]: إذا لم تستحي فاصنع ما شئت
"Sesungguhnya di antara kalimat kenabian pertama yang sampai ke tengah-tengah manusia adalah: “Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu”."
(Shahih)-Ash Shahihah (684), Al Irwa’ (2673): [Bukhari: 60-Kitab Al Anbiya’, 54-Bab Hadatsana Abul Yaman]

[466/598]


Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda,
الإيمان بضع وستون- أو بضع وسبعون - شعبة؛ أفضلها لا إله إلا الله، وأدناها إماطة الأذى عن الطريق، والحياء شعبة من الإيمان
"Iman itu ada 60 lebih (atau 70 sekian) cabang. Iman yang paling utama adalah [ucapan] Laa ilaaha illallah dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, sedangkan malu termasuk cabang dari iman."
(Shahih)-Ash Shahihah (1769). Lafazh “sab’un (70)” itu yang lebih tepat. [Bukhari: 2-Kitab Al Iman, 3-Bab Umurul Iman. Muslim: 1-Kitab Al Iman, hal. 57-58]
[467/599]
Dari Abu Sa’id, ia berkata,

كان النبي صلى الله عليه وسلم أشد حياء من العذراء[1] في خدرها، وكان إذا كره [شيئاً] عرفناه في وجهه
“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lebih pemalu dari pada perawan dalam pingitan. Jika beliau tidak menyukai [sesuatu], maka akan kami ketahui dari wajahnya."
(Shahih)-Mukhtashor Ash Shama-il (307): [Bukhari: 61-Kitab Al Manaqib, 23-Bab Shifatun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Muslim: 43-Kitab Al Fadhoil, hal. 67]
[468/600]
Dari Utsman [ibnu Affan] dan ‘Aisyah, keduanya menceritakan,

أن أبا بكر استأذن على رسول الله صلى الله عليه وسلم - وهو مضطجعٌ على فراش عائشة، لابساً مرط عائشة- فأذن لأبي بكر وهو كذلك، فقضى إليه حاجته، ثم انصرف. ثم استأذن عمر رضي الله عنه، فأذن له وهو كذلك، فقضى إليه حاجته، ثم انصرف. قال عثمان: ثم استأذنت عليه، فجلس. وقال لعائشة: "اجمعي إليك ثيابك". فقضيت إليه حاجتي ثم انصرفتُ.قال: فقالت عائشة: يا رسول الله! لم أرك فزعت لأبي بكر وعمر رضي الله عنهما كما فزعت لعثمان؟ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : "إن عثمان رجل حيي، وإني خشيت أن أذنتُ له- وأنا على تلك الحال- أن لا يبلغ إليّ في حاجته
“Suatu ketika Abu Bakar meminta izin untuk menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam - ketika itu beliau sedang berbaring di tempat tidur Aisyah sambil memakai kain panjang istrinya-. Beliau lalu mengizinkan Abu Bakar dan beliau tetap dalam keadaan semula. Abu Bakar lalu mengutarakan keperluannya lalu pergi. Setelah itu datanglah Umar ibnul Khaththab radliallahu 'anhu meminta izin dan beliau mengizinkannya masuk sedang beliau masih dalam kondisi semula. Umar lalu mengutarakan keperluannya lalu setelah itu ia pun pergi.
Utsman [ibnu Affan] berkata, "Lalu saya meminta izin, beliau lalu duduk”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata pada Aisyah, "Tutupkanlah bajumu padaku". Lalu kuutarakan keperluanku lalu saya pun pergi.
Aisyah lalu bertanya, "Wahai Rasulullah, tindakanmu terhadap Abu Bakar dan ‘Umar radliallahu 'anhuma kok tidak seperti tindakanmu pada Utsman [?]" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu menjawab, "Sesungguhnya Utsman adalah seorang pria pemalu dan saya khawatir jika dia kuizinkan dan saya dalam keadaan demikian, dia lalu tidak mengutarakan keperluannya."
(Shahih)-Ash Shahihah (1687): [Muslim: 44-Kitab Fadhoil Ash Shohabah, hal. 26-27]

[469/601]
Dari Anas ibnu Malik, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda,

ما كان الحياء في شيء إلا زانه، ولا كان الفحش في شيء إلا شانه
"Malu akan memperindah sesuatu, sedangkan kekejian akan memperjelek sesuatu.”
(Shahih)-Takhrij Al Misykah (4854): [Tirmidzi: 25-Kitab Al Birr, 47-Bab Maa Jaa-a Fil Fahsyi wat Tafahusyi. Ibnu Majah: 37-Kitab Az Zuhd, 17-Bab Al Haya’, hal. 4185]

[470/602]
Dari Salim, dari ayahnya, ia menceritakan bahwa

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم مر برجل يعظ ( وفي رواية … يعاتب) أخاه في الحياء، [ حتى كأنه يقول : أضرّ بك] فقال: " دعهُ؛ فإن الحياء من الإيمان
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melewati seorang pria yang menasehati saudaranya karena ia begitu pemalu [dalam suatu riwayat disebutkan [pria itu mencelanya karena sifat malu yang dimilikinya] [bahkan pria itu berkata: “Saya dirugikan karena sifatmu itu.”]
Nabi lalu bersabda, "Biarkanlah dia, karena malu merupakan ciri keimanan."
(Shahih)-Ar Roudh An Nadhir (513): [Bukhari: 2-Kitab Al Iman, 16-Bab Al Haya’. Muslim: 1-Kitab Al Iman, hal. 59]

[471/603]
Dari ‘Aisyah, ia berkata,

كان النبي صلى الله عليه وسلم مضطجعاً في بيتي، كاشفاً عن فخه أو ساقيه[2]، فاستأذن أبو بكر رضي الله عنه فأذن له كذلك، فتحدث، ثم استأذن عمر رضي الله عنه، فأذن له كذلك، ثم تحدّث. ثم استأذن عثمان رضي الله عنه، فجلس النبي صلى الله عليه وسلم وسوى ثيابه- قال محمد : ولا أقول في يوم واحد- فدخل، فتحدث، فلما خرج. قالت: قلت: "يا رسول الله! دخل أبو بكر فلم تهِشّ ولم تباله، ثم دخل عمر فلم تهش ولم تباله، ثم دخل عثمان فجلست وسويت ثيابك؟
“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tengah berbaring di rumahku dalam keadaan paha atau betis beliau tersingkap. Abu Bakar meminta izin untuk menemui beliau dan beliau pun mengizinkan kemudian ia mengutarakan maksudnya. Setelah itu datanglah Umar radliallahu 'anhu, beliau pun mengizinkannya dan ia pun menyampaikan keperluannya. Datanglah Utsman radliallahu 'anhu, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bangkit untuk duduk dan merapikan bajunya –Muhammad[3] berkata: “Saya tidak menyatakan mereka (ketiga sahabat tadi) masuk menemui nabi di hari yang sama-.
Utsman pun masuk dan mengutarakan keperluannya lalu ia keluar. Saya (Aisyah) pun bertanya, “Wahai rasulullah ketika Abu Bakr dan Umar masuk menemuimu, namun anda tidak menghiraukan kondisimu, namun sikap anda berbeda ketika Ustman yang menemui anda?”
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lantas bersabda,

ألا أستحي من رجل تستحي منه الملائكة؟
"Apakah saya tidak malu kepada pria yang malaikat saja malu kepadanya?”
(Shahih)-Ash Shahihah (1687): [Muslim: Lihat hadits 600][4]

Artikel www.rumaysho.com

Selengkapnya…


HAKIKAT BELAJAR

| View Comments |
|

1. PENGERTIAN BELAJAR
a. Pengertian Belajar yang Populer

Hampir semua ahli telah mencoba merumuskan dan membuat tafsirannya tentang "belajar". Seringkali pula perumusan dan tafsiran itu berbeda satu sama lain. Dalam uraian ini kita akan berkenalan dengan beberapa perumusan saja, guna melengkapi dan memperluas pandangan kita tentang mengajar.

Belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. (learning is defined as the modocation or streng¬thening of behavior through experiencing).

Menurut pengertian ini, belajar adalah merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni mengalami. Hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan, melainkan perubahan kelakuan.
Pengertian ini sangat berbeda dengan pengertian lain tentang belajar, yang menyatakan bahwa belajar adalah memperoleh pengetahuan; belajar adalah latihan-latihan pembentukan kebiasaan secara otomatis, dan seterusnya.
Sejalan dengan perumusan di atas, ada pula tafsiran lain tentang belajar, yang menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan.
Dibandingkan dengan pengertian pertama, maka jelas, tujuan belajar itu prinsipnya sama, yakni perubahan tingkah laku, hanya berbeda cara atau usaha pencapaiannya. Pengertian ini menitikberatkan pada interaksi antara individu dengan lingkungan.
Dari pengertian-pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa :
a). Situasi belajar harus bertujuan dan tujuan-tujuan itu diterima baik oleh masyarakat. Tujuan merupakan salah satu aspek dari situasi belajar.
b). Tujuan dan maksud belajar timbul dari kehidupan anak sendiri.
c). Di dalam mencapai tujuan itu, siswa senantiasa akan menemui kesulitan, rintangan-rintangan dan situasi-situasi yang tidak menyenangkan.
d). Hasil belajar yang utama adalah pola tingkah laku yang bulat.
e). Proses belajar terutama mengerjakan hal-hal yang sebenarnya. Belajar apa yang diperbuat dan mengerjakan apa yang dipelaiari.
f). Kegiatan-kegiatan dan hasil-hasil belajar dipersatukan dan di¬hubungkan dengan tujuan dalam situasi belajar.
g). Siswa memberikan reaksi secara keseluruhan.
h). Siswa mereaksi sesuatu aspek dari lingkungan yang bermakna baginya.
i). Siswa diarahkan dan dibantu oleh orang-orang yang berada dalam lingkungan itu.
j). Siswa diarahkan ke tujuan-tujuan lain, baik yang berkaitan mau¬pun yang tidak berkaitan dengan tujuan utama dalam situasi belajar.



Perubahan Tingkah Laku Sebagai Bukti/Indikator Belajar
Bukti bahwa seseorang telah melakukan kegiatan belajar ialah adanya perubahan tingkah laku pada orang tersebut, yang sebelumnya tidak ada atau tingkah lakunya tersebut masih lemah atau kurang. Tingkah laku memiliki unsur objektif dan unsur subjektif. Unsur objek¬tif adalah unsur motorik atau unsur jasmaniah, sedangkan unsur subjek¬tif adalah unsur rohaniah.

Prinsip-prinsip Perubahan Tingkah Laku
Ada sejumlah unsur yang menjadi ciri setiap perubahan tingkah laku, ialah :
1. Tingkah laku dimotivasi. Seseorang mau berbuat sesuatu karena adanya tujuan yang hendak dicapainya. Perubahan tingkah laku dimulai dari dalam organisme yang bermotivasi, dan keadaan ini timbul berkat kebutuhan pada organisme tersebut.
2. Tingkah laku yang bermotivasi adalah tingkah laku yang sedang terarah pada tujuan. Motivasi mengandung dua aspek, yakni adanya keadaan tegang (tension) atau ketakpuasan dalam diri seseorang, dan kesadaran bahwa tercapainya tujuan akan me¬ngurangi ketegangan itu. Ini berarti, pencapaian tujuan adalah pengurangan ketegangan dan pemuasan kebutuhan seseorang.
3. Tujuan yang disadari oleh seseorang mempengaruhi tingkah lakunya dalam upayanya mencapai tujuan tersebut. Konse¬kuensinya ialah tingkah laku bersifat selektif dan regulatif. Seseorang memilih perbuatan/tindakan yang hanya mengacu ke arah pencapaian tujuan yang dapat memuaskan kebutuhannya.
4. Lingkungan menyediakan kesempatan untuk bertingkah laku tertentu, dan/atau membatasi tingkah laku seseorang. Ini berarti, lingkungan sebagai situasi stimulus dalam satu sisi dapat memuaskan kebutuhan, dan di sisi lainnya dapat membatasi pemuasan kebutuhan dengan cara tertentu.
5. Tingkah laku dipengaruhi oleh proses-proses dalam organisme. Persepsi, pengalaman dan konsepsi yang dimiliki seseorang mem¬pengaruhi tingkah laku terhadap aspek-aspek tertentu dan ling¬kungannya, misalnya sikap terhadap orang/individu lain.
6. Tingkah laku ditentukan oleh kapasitas dalam diri organisme manusia. Kapasitas itu berupa inteligensi dan abilitas sesuai de¬ngan tingkat perkembangannya. Seseorang mampu melakukan suatu perbuatan sesuai dengan tingkat kapasitasnya sendiri.

Berdasarkan prinsip-prinsip tersebut, dapat dilakukan penilaian terhadap perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar, yakni :
a). Kebutuhan-kebutuhan apa yang ada pada diri organisme yang memungkinkan tumbuhnya tingkah laku yang bermotivasi?
b). Motivasi apa yang mendasari perubahan tingkah laku itu?
C). Tujuan apa yang mempengaruhi tingkah laku seseorang?
d). Apakah lingkungan menyediakan kesempatan untuk melakukan tingkah laku tertentu?
e). Proses-proses apa yang mempengaruhi tingkah laku itu?
f). Kapasitas dan abilitas apa yang mempengaruhi tingkah laku seseorang?

b. Pengertian Belajar Menurut Beberapa Aliran Psikologi
Dalam sejarah perkembangan psikologi, kita akan mengenal beberapa aliran psikologi. Tiap aliran psikologi tersebut memiliki tafsiran sendiri-sendiri tentang "belajar", menurut pandangannya masing¬masing. Pandangan-pandangan itu umumnya berbeda satu sama lain dengan alasan-alasan tersendiri.
Dalam uraian ini, kita akan meninjau beberapa aliran psikologi saja,dalam hubungannya dengan teori belajar, yakni : (1). Teori psikologi klasik, (2). Teori psikologi daya, (3). Teori mental state, (4). Teori psikologi behaviorisme, (5). Teori psikologi gestalt.

Belajar Menurut Psikologi Klasik
Menurut teori ini, manusia terdiri dari jiwa (mind) dan badan (body) atau zat (matter). Jiwa dan zat ini berbeda satu sama lain. Badan adalah suatu objek yang sampai ke alat dria, sedangkan jiwa adalah suatu realita yang non material, yang ada di dalam badan, yang berpikir, merasa, berkeinginan, mengontrol kegiatan badan, serta bertanggung jawab. Zat sifatnya terbatas dan bukan suatu keseluruhan realita, melainkan berkenaan dengan proses-proses material, yang terikat de¬ngan hukum-hukum mekanis. Sedangkan jiwa merupakan fakta-fakta tersendiri, seperti : rasa sakit, frustasi, aspirasi, apresiasi, tujuan dan kehendak, itu semua bukan hasil daripada zat, tetapi mempunyai sum¬ber tersendiri dalam realita yang berbeda, yang mempunyai hak ber¬bicara dan secara relatif bebas dari hukum-hukum mekanis. Realita ini disebut mind substansi.
Jiwa merupakan suatu substansi, artinya merupakan satu kesatu¬an tersendiri, beroperasi secara bebas dari zat, merupakan jiwa yang hidup (living soul), mempunyai kekuatan untuk berinisiatif, dapat menemukan hukum-hukum alam dan menguasainya. Jiwa bersifat permanen, dalam arti tidak dapat melepaskan dari zat, bahkan dapat menstimulir proses zat itu, sehingga menghasilkan pengalaman baru. Jiwa dapat mengakibatkan sistem syaraf memperkaya pengalaman. Pengalaman-pengalaman ini bergantung pada mind substansi. Dalam hal ini, konsepsi yang diperoleh secara langsung berasal dari dunia luar melalui sense of experience. Konsepsi-konsepsi itu adalah merupakan abstraksi dari empiris (John Locke).
Menurut teori ini, hakikat belajar adalah all learning is a process of developing or training of mind. Kita belajar melihat objek dengan menggunakan substansi dan sensasi. Kita mengembangkan kekuatan mencipta, ingatan, keinginan, dan pikiran, dengan melatihnya. Dengan kata lain pendidikan adalah suatu proses dari dalam atau inner develop¬ment. Tujuan pendidikan adalah self-development atau self-cultivation atau self-realization.

Belajar Menurut Psikologi Daya
Menurut teori ini, jiwa manusia terdiri dari berbagai daya, meng¬ingat, berpikir, merasakan, kemauan dan sebagainya. Tiap daya mem¬punyai fungsinya sendiri-sendiri. Tiap orang mempunyai/memiliki semua daya-daya itu, hanya berbeda kekuatannya saja. Agar daya-daya itu berkembang (terbentuk), maka daya-daya itu perlu dilatih, sehingga dapat berfungsi. Teori ini bersifat formal, karena mengutamakan pembentukan daya-daya.
Anggapan ini sama halnya dengan daya-daya pada badan. Apabila suatu daya telah dilatih, maka secara tidak langsung akan mempenga¬ruhi daya-daya lainnya dan seseorang dapat melakukan transfer of learning terhadap situasi lain.
Untuk itulah maka kurikulum harus menyediakan mata pelajaran-¬mata pelajaran yang dapat mengembangkan daya-daya tadi. Tekanan¬nya bukan terletak pada isi materinya, melainkan pada pembentukan¬nya. Pendidikan dengan latihan pemilihan mata pelajaran dilakukan atas dasar pembentukan daya-daya secara efisien dan ekonomis. Kurikulum terorganisir dan diperuntukkan bagi semua anak, dan kurang me¬mentingkan isi, minat anak tidak diperhatikan, yang penting ialah kerja keras. Kebudayaan ditanamkan pada anak untuk mempersiapkannya ke tujuan masyarakat.
Berkat kemajuan dalam psikologi, maka muncullah teori-teori baru yang disebut "Phrenologi". Phrenologi adalah kombinasi antara Psikologi daya dan fisiologi yang, pada prinsipnya menyatakan bahwa otak kita terbagi menjadi beberapa daerah dan tiap daerah mempunyai fungsi yang berbeda-beda. Tiap fungsi itu terletak pada bagian tertentu pada otak. Dengan demikian terdapat karakteristik mental individual. Tiap fungsi mempunyai pusatnya masing-masing dan mengandung kesatuan fungsional.

Belajar Menurut Teori Mental State
Teori ini berpangkal pada psikologi asosiasi yang dikembangkan oleh J. Herbart yang pada prinsipnya, jiwa manusia terdiri dari kesan¬-kesan/tanggapan-tanggapan yang masuk melalui penginderaan. Kesan-¬kesan itu berasosiasi satu sama lain dan membentuk mental atau kesadaran manusia. Tambah kuat asosiasi itu tambah lama kesan-kesan itu tinggal di dalam jiwa kita. Kesan-kesan itu berasosiasi satu sama lain dan membentuk mental atau kesadaran. Kesan-kesan itu akan mudah diungkapkan kembali (reproduksi) apabila kesan-kesan itu tertanam dengan kuat dalam ruang kesadaran. Dan sebaliknya apabila kesan¬-kesan itu lemah, maka akan lebih mudah lupa. Jadi yang penting menurut teori ini ialah bahan-bahan atau materi yang disampaikan kepada seseorang. Teori ini bersifat materialistis, mengutamakan bahan.
- Jiwa yang baik apabila bahan yang diterima adalah baik, dalam arti sesuai dengan norma-norma etis.

Menurut teori ini, belajar adalah memperoleh pengetahuan me¬lalui alat dria yang disampaikan dalam bentuk perangsang-perangsang dari luar. Pengalaman-pengalaman berasosiasi dan bereproduksi. Karena itu latihan memegang peranan penting. Lebih banyak latihan dan ulang¬an, maka akan lebih dan lebih lama pengalaman dan pengetahuan itu tinggal dalam kesadaran dan ingatan seseorang, dan sebaliknya kurang ulangan dan latihan maka pengalaman/pengetahuan akan cepat terlupa¬kan.

Belajar Menurut Psikologi Behavioristik
Behaviorisme adalah suatu studi tentang kelakuan manusia. Timbulnya aliran ini disebabkan rasa tidak puas terhadap teori Psiko¬logi Daya dan teori Mental State. Sebabnya ialah karena aliran-aliran terdahulu hanya menekankan pada segi kesadaran saja.
Dalam behaviorisme, masalah matter (zat) menempati kedudukan yang utama. Dengan tingkah laku segala sesuatu tentang jiwa dapat diterangkan. Behaviorisme dapat menjelaskan kelakuan manusia secara saksama dan menyediakan program pendidikan yang efektif.
Dari uraian tersebut, ternyata konsepsi behaviorisme besar pengaruhnya terhadap masalah belajar. Belajar ditafsirkan sebagai latihan-latihan pembentukan hubungan antara stimulus dan respons.Dengan memberikan rangsangan (stimulus), maka anak akan mereaksi dengan respons. Hubungan stimulus-respons ini akan menim¬bulkan kebiasaan-kebiasaan otomatis pada belajar. Jadi pada dasarnya kelakuan anak adalah terdiri atas respons-respons tertentu terhadap stimulus-stimulus tertentu. Dengan latihan-latihan maka hubungan¬-hubungan itu akan semakin menjadi kuat. Inilah yang disebut S-R Bond Theory. Kelakuan tadi akan dapat ditransferkan ke dalam situasi baru menurut hukum transfer tertentu pula.
Keberatan terhadap teori ini, ialah karena teori ini menekankan pada refleks dan otomatisasi dan melupakan kelakuan yang bertujuan (a purposive behavior).

2. TEORI BELAJAR
Teori Conectionisme dan Hukum-hukum Belajar
Thorridike dengan S-R Bond Theorynya menyusun hukum-hukum belajar sebagai benikut :
a. Hukum pengaruh (The law of effect).
Hubungan-hubungan diperkuat atau diperlemah tergantung pada kepuasan atau ketidaksenangan yang berkenaan dengan peng¬gunaannya.
b. Hukum latihan (The law exercise).
Atau prinsip use and disuse. Apabila hubungan itu Bering dilatih, maka la akan menjadi kuat (Fixed).
c. Hukum kesediaan/kesiapan (The law of readiness).
Apabila suatu ikatan (Bond) slap untuk berbuat, perbuatan itu memberikan kepuasan, sebaliknya apabila tidak slap maka akan menimbulkan ketidakpuasan/ketidaksenangan/terganggu.

Hukum-hukum yang dikemukakan oleh Thorndike itu, lebih dilengkapi dengan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Siswa harus mampu membuat berbagai jawaban terhadap stimulus (multiple responses).
2. Belajar dibimbing/diarahkan ke suatu tingkatan yang penting melalui sikap siswa itu sendiri.
3. Suatu jawaban yang telah dipelajari dengan baik dapat digunakan juga terhadap stimulus yang lain (bukan stimuli yang semula), yang oleh Thorndike disebut dengan “Perubahan Asosiatif” (associative shifting).
4. Jawaban-jawaban terhadap situasi-situasi baru dapat dibuat apabila siswa melihat adanya analogi dengan situasi-situasi ter¬dahulu.
5. Siswa dapat mereaksi secara selektif terhadap faktor-faktor yang esensial di dalam situasi (prepotent element) itu.


Belajar Menurut Psikologi Kognitif
Teori kognitif berpijak pada tiga hal, ialah
Perantara sentral (central intenndiaries).
1). Proses-proses pusat otak (central brain), misalnya ingatan atau ekspektasi merupakan integrator tingkah laku yang bertujuan. Pendapat ini berdasarkan pada inferensi tingkah laku yang tampak (diamati).
2). Pertanyaan tentang apa yang dipelajari? Jawabannya adalah struk¬tur kognitif, bahwa yang dipelajari adalah fakta, kita mengetahui di mana adanya, yang mengetahui alternate routes illustrates cognitive structure. Variabel tingkah laku nonhabitual adalah struktur kognitif sebagai bagian dari apa yang dipelajari.
3). Pemahaman dalam pemecahan masalah. Pemecahan suatu masalah ialah dengan cara menyajikan pengalamnan lampau dalam bentuk struktur perseptual yang mendasari terjadinya insight (pemahaman) di mana adanya pengertian mengenai hubungan-¬hubungan yang esensial. Preferensi yang digunakan adalah the contemporary structuring of the problem.

Prinsip-prinsip Belajar Teori Kognitif
1. Gambaran perseptual sesuai dengan masalah yang dipertunjukkan kepada siswa adalah kondisi belajar yang penting. Suatu masalah belajar yang terstruktur dan disajikan upaya gambaran-gambaran yang esensial terbuka terhadap inspeksi dari siswa.
2. Organisasi pengetahuan harus merupakan sesuatu yang mendasar bagi guru atau perencana pendidikan. Susunannya dari yang sederhana ke yang kompleks, dalam arti dari keseluruhan yang sederhana ke keseluruhan yang lebih kompleks. Masalah bagian keseluruhan adalah masalah organisasi, dan tidak bertalian dengan teori pola kompleksitas. Sesuai dengan pandangan mengenai pertumbuhan kognitif, maka organisasi pengetahuan tergantung pada tingkat perkembangan siswa.
3. Belajar dengan pemahaman (understanding) adalah lebih perma¬nen (menetap) dan lebih memungkinkan untuk ditransferkan, di¬bandingkan dengan rote learning atau belajar dengan formula. Berbeda dengan teori Stimulus Respon, teori yang menitikberat¬kan pada pentingnya kebermaknaan dalam belajar dan mengingat (retention).
4. Umpan balik kognitif mempertunjukkan pengetahuan yang benar dan tepat dan mengoreksi kesalahan belajar. Siswa menerima atau menolak sesuatu berdasarkan konsekuensi dari siapa yang telah diperbuatnya. Dalam hal ini kognitif setara dengan penguat¬an (reinforcement) pada S-R theory, tetapi teori kognitif cen¬derung menempatkan titik beratnya pada pengujian hipotesis melalui umpan balik.
5. Penetapan tujuan (goal-setting) penting sebagai motivasi belajar. Keberhasilan dan kegagalan menjadi hal yang menentukan cara menetapkan tujuan untuk waktu yang akan datang.
6. Berpikir devergen menuju ke ditemukannya pemecahan masalah atau ke terciptanya produk yang bermlai dan menyenangkan. Berbeda dengan berpikir konvergen yang menuju ke mendapat¬kan jawaban-jawaban yang benar secara logjka. Berpikir devergen menuntut dukungan (umpan balik) bagi upaya tentatif seseorang yang onsinal agar supaya dia dapat mengamati dirinya sebagai kreatif potensial.

Belajar Menurut Psikologi Gestalt
Dalam aliran ini ada beberapa istilah yang artinya sama ialah field, patters, organisme, closure, integration, wholistic, configuration, dan gestalt. Karena itu psikologi gestalt sering disebut psikologi or¬ganisme atau field theory.
Menurut aliran ini, jiwa manusia adalah suatu keseluruhan yang berstruktur. Suatu keseluruhan bukan terdiri dari bagian-bagian atau unsur-unsur. Unsur-unsur itu berada dalam keseluruhan menurut struktur yang telah tertentu dan saling berinteralisi satu sama lain.
Pandangan im sangat berpengaruh terhadap tafsiran tentang belajar. Beberapa pokok yang perlu mendapat perhatian antara lain ialah :
1). Timbulnya kelakuan adalah berkat interaksi antara individu dan lingkungan di mana faktor apa yang telah dimiliki (natural endow¬ment) lebih menonjol.
2). Bahwa individu berada dalam keadaan keseimbangan dinamis, adanya gangguan terhadap keseimbangan itu akan mendorong timbulnya kelakuan.
3). Mengutamakan segi pemahaman (insight).
4). Menekankan kepada adanya situasi sekarang, di mana individu menemukan dirinya.
5). Yang utama dan pertama ialah keseluruhan, dan bagiian-bagian hanya bermakna dalam keseluruhan itu.

Prinsip-prinsip Belajar Gestalt (Field Theory)
1). Belajar dimulai dari suatu keseluruhan. Keseluruhan yang menjadi permulaan, baru menuju ke bagian-bagian. Dari hal-hal yang kompleks menuju ke hal-hal yang sederhana. Dari keseluruhan organisasi mata pelajaran menuju tugas-tugas harian yang beruntun. Belajar dimulai dari satu unit yang kompleks menuju ke hal-hal yang mudah dimengerti, deferensiasi pengetahuan dan kecakapan.
2). Keseluruhan memberikan makna kepada bagian-bagian. Bagian-¬bagian terjadi dalam suatu keseluruhan. Bagian-bagian itu hanya bermakna dalam rangka keseluruhan tadi. Dengan demikian kese¬luruhan yang memberikan makna terhadap suatu bagian, misal: sebuah ban mobil hanya bermakna kalau menjadi bagian dari mobil, sebagai roda. Sebuah papan tulis hanya bermakna sebagai papan tulis kalau ia berada dalam kelas, sebuah tiang kayu hanya bermakna sebagai tiang kalau menjadi satu dari sebuah rumah dan sebagainya.
3). Individuasi bagian-bagian dari keseluruhan. Mula-mula anak melihat sesuatu sebagai keseluruhan. Bagian-bagian dilihat dalam hubungan fungsional dengan keseluruhan. Tetapi lambat laun ia mengadakan deferensiasi bagian-bagian itu dari keseluruhan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil atau kesatuan yang lebih kecil. Contoh : mula-mula anak melihat/mengenal wajah ibunya sebagai satu keseluruhan/kesatuan. Lambat laun dia dapat me¬misahkan mana mata ibu, mana hidung ibu, mana telinga ibu, kemudian ia melihat bahwa wajah ibunya itu cantik atau jelek, atau menarik dan sebagainya.
4). Anak belajar dengan menggunakan pemahaman atau insight. Pemahaman adalah kemampuan melihat hubungan-hubungan antara berbagai faktor atau unsur dalam situasi yang problematis, seperti simpanse dapat melihat hubungan antara beberapa buah kotak menjadi sebuah tangan untuk mengambil buah pisang ka¬rena ia sedang lapar.

3. CIRI-CIRI BELAJAR
Dengan pengertian tersebut, maka temyata belajar sesungguhnya memiliki ciri-ciri (karakteristik) tertentu.

1). Belajar berbeda dengan kematangan
Pertumbuhan adalah saingan utama sebagai pengubah tingkah laku. Bila serangkaian tingkah laku matang melalui secara wajar tanpa adanya pengaruh dari latihan, maka dikatakan bahwa perkembangan itu adalah berkat kematangan (maturation) dan bukan karena belajar. Bila prosedur latihan (training) tidak secara cepat mengubah tingkah laku, maka berarti prosedur tersebut bukan penyebab yang penting dan perubahan-perubahan tak dapat diklasifikasikan sebagai belajar. Memang banyak perubahan ting¬kah laku yang disebabkan oleh kematangan, tetapi juga tidak sedikit perubahan tingkah yang disebabkan oleh interaksi antara kematangan dan belajar, yang berlangsung dalam proses yang rumit. Misalnya, anak mengalami kematangan untuk berbicara, kemudian berkat pengaruh percakapan masyarakat di sekitarnya, maka dia dapat berbicara tepat pada waktunya.

2). Belajar dibedakan dari perubahan fisik dan mental
Perubahan tingkah laku juga dapat terjadi, disebabkan oleh terjadinya perubahan pada fisik dan mental karena melakukan suatu perbuatan berulangkali yang mengakibatkan badan menjadi letih/lelah. Sakit atau kurang gizi juga dapat menyebabkan tingkah laku berubah, atau karena mengalami kecelakaan tetapi hal ini tak dapat dinyatakan sebagai hasil perbuatan belajar.
Gejala-gejala seperti kelelahan mental, konsentrasi menjadi kurang, melemahnya ingatan, terjadinya kejenuhan, semua dapat menyebabkan terjadinya perubahan tingkah laku, misalnya berhenti belajar, menjadi bingung, rasa kegagalan, dan sebagainya. Tetapi perubahan tingkah laku tersebut tak dapat digolongkan sebagai
belajar. Jadi perubahan tingkah laku yang disebabkan oleh perubahan fisik dan mental bukan atau berbeda dengan belajar dalam arti sebenamya.

3). Ciri belajar yang hasilnya relatif menetap
Hasil belajar dalam bentuk perubahan tingkah laku. Belajar ber¬langsung dalam bentuk latihan (practice) dan pengalaman (experi¬ence). Tingkah laku yang dihasilkan bersifat menetap dan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Tingkah laku itu berupa perilaku (performance) yang nyata dan dapat diamati. Misalnya, seseorang bukan hanya mengetahui sesuatu yang perlu diperbuat, melainkan juga melakukan perbuatan itu sendiri secara nyata. Jadi istilah menetap dalam hal ini, bahwa perilaku itu dikuasai secara mantap. Kemantapan ini berkat latihan dan pengalaman.

4. UNSUR-UNSUR DINAMIS DALAM PROSES BELAJAR
Unsur-unsur yang terkait dalam proses belajar terdiri dari (1). motivasi siswa, (2). bahan belajar, (3). alat bantu belajar, (4). suasana belajar, (5). kondisi subjek yang belajar. Kelima unsur inilah yang bersifat dinamis itu, yang sering berubah, menguat atau melemah, dan yang mempengaruhi proses belajar tersebut.

Motivasi Siswa
Motivasi adalah dorongan yang menyebabkan terjadi suatu perbuatan atau tindakan tertentu. Perbuatan belajar terjadi karena adanya motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan perbuatan belajar. Dorongan itu dapat timbul dan dalam diri subjek yang belajar yang bersumber dari kebutuhan tertentu yang ingin mendapat pemuas¬an atau dorongan yang timbul karena rangsangan dari luar sehingga subjek melakukan perbuatan belajar.
Motivasi yang timbul karena kebutuhan dan dalam diri siswa dianggap lebih baik dibandingkan dengan motivasi yang disebabkan oleh rangsangan dari luar. Namun dalam praktiknya, sering motivasi dari dalam itu tidak ada atau belum timbul. Keadaan ini memerlukan rangsangan dari luar sehingga timbul motivasi belajar.


Bahan Belajar
Bahan belajar merupakan suatu unsur belajar yang pentmg mendapat perhatian oleh guru. Dengan bahan itu, para siswa dapat mempelajari hal-hal yang diperlukan dalam upaya mencapai tujuan belajar. Karna itu, penentuan bahan belajar mesti berdasarkan tujuan yang hendak dicapai, dalam hal ini adalah hasil-hasil yang diharapkan, misalnya berupa pengetahuan, keterampilan, sikap, dan pengalaman lainnya. Bahan-bahan yang bertalian dengan tujuan itu telah digariskan dalam silabus dan GBPP.

Alat Bantu Belajar
Alat bantu belajar merupakan semua alat yang dapat digunakan untuk membantu siswa melakukan perbuatan belajar, sehingga kegiat¬an belajar menjadi lebih efisien dan efektif. Dengan bantuan berbagai alat, maka pelajaran akan lebih menarik, menjadi konkrit, mudah dipahami, hemat waktu dan tenaga, dan hasil belajar lebih bermakna.
Alat bantu belajar disebut juga alat peraga atau media belajar, misalnya dalam bentuk bahan tercetak, alat-alat yang dapat dilihat (media visual), alat yang dapat didengar (media audio), dan alat-alat yang dapat didengar dan dilihat (Audio-Visual Aids), serta sumber¬-sumber masyarakat yang dapat dialami secara langsung.

Suasana Belajar
Suasana belajar penting artinya bagi kegiatan belajar. Suasana yang menyenangkan dapat menumbuhkan kegairahan belajar, sedang¬kan suasana yang kacau, ramai, tak tenang, dan banyak gangguan, sudah tentu tidak menunjang kegiatan belajar yang efektif. Karna itu, guru dan siswa senantiasa dituntut agar menciptakan suasana ling¬kungan belajar yang baik dan menyenangkan, menantang dan menggairahkan. Hal ini berarti bahwa suasana belajar turut menentu¬kan motivasi, kegiatan, keberhasilan belajar siswa.

Kondisi Subjek Belajar
Kondisi subjek belajar turut menentukan kegiatan dan keber¬hasilan belajar. Siswa dapat belajar secara efisien dan efektif apabila berbadan sehat, memiliki inteligensi yang memadai, siap untuk melaku¬kan kegiatan belajar, memiliki bakat khusus, dan pengalaman yang bertalian dengan pelajaran, serta memiliki minat untuk belajar. Siswa yang, sakit/kurang sehat, inteligensi rendah, belum siap belajar, tidak berbakat untuk mempelajari sesuatu, dan tidak memiliki pengalaman appersepsi yang memadai, kiranya akan mempengaruhi kelancaran kegiatan dan mutu hasil belajamya.

Selengkapnya…


Free SMS -Short Massage Service- for All Operators

| View Comments | Rabu, 01 Juni 2011
|

Free SMS -Short Massage Service- for All Operators:

Send FREE SMS or SMS GRATIS to this GSM and CDMA operators : (Telkomsel) Simpati, As, Halo, (Indosat) Mentari, Matrix, IM3, Starone, XL, (Natrindo) AXIS, (Hutchison) 3, (Telkom) Flexy, (Bakrie) Esia, Wifone, (Mobile-8) Frenhttp://www.blogger.com/img/blank.gif, Mobi, Hepi, (Sampoerna) Ceria, Smart etc.

::| ~_^|::
Please write your message here




To view your incoming messages to the phone number please enter the 7 last number in your phone number
For example: xxxxx9661355
Klik Here for this aplication

Free SMS to multiple numbers directly
You can send free SMS (Sort Massage Service) to many number directly, you must type this kode (;) after you type you number phone.
Example: 081279xxxxxx;0858xxxxxx;

Check Incoming Messages and Sent Messages
You can check the messages received and sent from the Personal Link box below. 7 Enter the final figures from the tel number you want to check his messages.
1.No goal
Score at least 10, Max 13 Figures, and starts with number 0. ex: 0856897xxxx or 0219567xxx.

2.Your Message
Max 160 characters (for 1 SMS), free, symbol etc, and allowed to enter. Number of characters in the message will automatically cut max 160.

Thanks to:
GXRG-Gunadarma Xmalang Research Groups
You can see this application directly from the source: http://sms.rndc.or.id

Published by: Data File Com

Selengkapnya…


Sofwere Pengaman Komputer dari Situs Jahat (SiteAdvisor McAfee)

| View Comments | Minggu, 29 Mei 2011
|


Assalamu'alaikum, he he lama nich ndak ngePost di blog ini.

Kali ini ane ngasih tau satu sofwere yang lumayan bagus, sofwere ini adalah salah satu keluaran dari antivirus Mc Afee, Sofwere ini berna SiteAdvistor, Fungsi sofwere ini sebatas yang saya ketahui adalah untuk mendeteksi adanya situs yang berbahaya bagi komputer kita, yakni dengan memberi tanda di setiap alamat yang akan kita kunjungi ketika kita mengetikkan keyword di Google atau di search engine yang lain.

Selain itu ketika kita membuka sebuah Web or Blog yang sudah di data oleh Sofwere ini, maka akan muncul pemberitahuan di sebalah kanan bawah mengenai situs ini:

Warna Hijau Berati situs yang kita kunjungi Aman
Warna Kuning berarti situs itu mencurigakan
Warna Merah berati situs itu diindikasi berbahaya bagi komputer anda

kurang lebihnya seperti itu, sebatas yang saya ketahui, jadi kalo yang udah paham mengenai lampu lalulintas insyaALlah akan mudah memahaminya. ::~_^:: gambar di Postingan ini adalah bukti mengenai sofwere tersebut silahkan di lihat.

jika anda menginginkan Sofwere ini silahkan:

Atau jika ingin liat langsung di webnya silahkan
Klik Disini

Terimakasih, silahkan tulis komentar anda di bawah...!


Selengkapnya…


KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia) Offline Gratis

| View Comments | Kamis, 12 Mei 2011
|

Setelah beberapa hari mengerjakan kamus ini Alhamdulillah akhirnya KBBI versi offline sudah jadi dan siap rilis. KBBI versi 1.1 ini merupakan versi offline dari KBBI Daring ( edisi III) yang ada di PusatBahasa (http://pusatbahasa.diknas.go.id/kbbi/). Dibanding versi online Kamus ini mempunyai beberapa keunggulan, dan selain itu Kamus ini Gratis (freeware) dan bebas disebarluaskan dengan syarat tidak mengubah software.

Ide untuk membuat kamus versi offline ini muncul ketika melihat situs KBBI tersebut, dan sekalian me-review ulang delphi programming yang sudah agak lama tidak terpakai lagi. Database diambil dari website dengan otomatisasi program yang juga dibuat dengan Delphi 7 personal. KBBI v1.1 ini bersifat portable sehingga tinggal download dan jalankan, tanpa perlu install.

Penggunaan dan Fitur

Sengaja tidak ada petunjuk penggunaan atau file bantuan, karena penggunaannya sangat mudah, tinggal memasukkan kata yang akan dicari dan tekan enter atau klik tombol cari, maka akan ditampilkan arti kata yang dimaksud jika ada.

Arti yang ditampilkan sudah di format sedemikian rupa agar memudahkan pengguna membaca dan mencari definisi kata yang dimaksud. Dua kolom sebelah kiri merupakan hasil kata pencarian, dengan penjelasan :

Kolom atas merupakan daftar kata yang merupakan kata dasar
Kolom kedua merupakan hasil pencarian, tetapi tidak didapatkan pada kata dasar tetapi pada kata turunan atau majemuk ( di istilahkan dengan sub lema kalau tidak salah)

Bagian Kanan merupakan definisi kata yang ditampilkan dengan warna yang memberikan arti sebagai berikut :

Warna merah dengan latar kuning adalah lema (kata dasar)
Warna merah dengan nomor adalah banyaknya arti aatu definisi kata
warna merah saja tanpa latar merupakan sub lema atau kata turunan
warna biru adalah jenis kata atau termasuk dalam istilah apa
warna hitam adalah arti aau definisi kata
warna hijau adalah contoh penggunaan kata dalam kalimat
warna ungu adalah contoh dalam peribahasa
Warna hitam dengan background hijau merupakan hasil pencarian yang terdapat pada sub-lema atau kata turunan

Jika ada masukan, saran, kesalahan tampilan atau program,silahkan disampaikan. Bagi yang ingin mengupload di (blog/website) tempat lain, diharap untuk tetap mencantumkan link ke ebsoft.web.id atau ke tulisan ini. Semoga KBBI offline ini bisa bermanfaat. Download KBBI v1.1 ( box.net) atau dari link ini KBBI v1.1 (4shared) ukuran sekitar 3.2 MB

Update
Versi 1.1 : Perbaikan file yang dideteksi sebagai virus oleh beberapa Antivirus (Kaspersky, AVira)

Sumber: ebsoft

Selengkapnya…


Persiapan Mengikuti KKN (Kuliah Kerja Nyata)

| View Comments | Kamis, 05 Mei 2011
|

Alhamdulillah, ::|^_^|::

setelah beberapa hari, minggu, bulan dan tahun ku lalui di Kampusku ini, setelah aku merasakan bagaimana menjadi seorang guru di hadapan murid-murid ketika PPL dulu, tibalah sekarang waktuku untuk mempersiapkan diri melaksanakan satu tugas lagi dari Kampus, yups KKN tiga huruf tersebut tidaklah asing lagi bagi setiap orang yang sudah sering mendengar atau melihat media informasi, akan tetapi KKN disini bukanlah yang sering disebut orang dengan KOlusi Korupsi dan Nepotisme, tetapi KKN disini sangat bertolak belakang dengan hal tersebut, YUps ini adalah singkatan dari Kuliah Kerja Nyata, sesuai dengan namanya walaupun sebenernya saya juga belum banyak tahu tentang hal tersebut akan tetapi sebelumnya sudah di kasih tau kakak-kakak tingkat mengenai apa itu KKN, kata mereka KKN merupakan kegiatan yang berkecimpung di kalangan masyarakat yakni disana mahasiswa dituntut berusaha untuk mengembangkan atau membangkitkan kegiatna-kegiatan yang positif, kurang lebihnya seperti itulah yang saya pahami mengenai KKN.

CUman untuk lebih jelaskan mungkin akan aku rasakan nanti (INsyaALlah)


dan minggu-minggu ini merupakan minggu-minggu dimana aku harus mempersiapkan segala sesuatu untuk mendaftarkan diri sebagai salah satu mahasiswa yang siap mengikuti KUliah kerja nyata tersebut.

Pagi tadi aku sudah buat transkrip, ada lagi harus buat Surat keterangan kesehatan dari dokter/puskes, terus surat pernyataan, surat pendaftaran dll dach yang jelas semua itu merupakan proses untuk menjadi mahasiswa yang siap untuk mengikuti KKN.

dan setelah aku pikir-pikir ternyata sudah hampir 3 tahun aku kuliah di STAIN Jurai SIwo Metro, sehingga ada beberapa hal yang harus difikirkan... tp yang jelas banyak pengalaman yang sudah saya dapatkan ketika kuliah di STAIN Jurai Siwo Metro. dan semoga untuk yang selanjutnya akan lebih baik lagi.

And buat temen-temenku tetep semangat ya dan memang harus lebih semangat supaya bisa selesai cepet, nah tinggal dech nanti mau nerusin nyari ijazah lagi (S2) or IJabzah .... ::|~_^|:: tp musti tetep belajar lho ..!!!

Salam dari ku (Abdul Rohman)


Selengkapnya…


Download Software Animasi Flash Gratis, Vectorian Giotto

| View Comments | Senin, 02 Mei 2011
|

Meskipun penggunaan Animasi Flash di dunia web sepertinya agak berkurang, tetapi tidak sedikit animasi web yang masih memerlukan flash, seperti untuk pembuatan banner dengan animasi. Menemukan software gratis sekelas Adobe (Macromedia) Flash memang tidak mudah, tetapi kini Vectorian Giotto, software pembuat animasi Flash yang sebelumnya berbayar menjadi gratis (freeware)


Vectorian Giotto sebelumnya merupakan software berbayar yang memiliki tampilan mirip seperti Adobe Flash. Sehingga bagi pengguna Flash sebelumnya harusnya tidak kesulitan menggunakan software ini. Bagi pengguna baru yang ingin belajar Flash-pun tidak susah untuk mempelajarinya, karena telah disediakan berbagai tutorial dan template animasi.



Software ini mempunyai berbagai fitur, antara lain :

Giotto didesign utama untuk designer, sehingga pengguna lebih terfokus ke design tanpa perlu berfikir untuk coding (menulis script atau programming)
Menggambar vector, animasi, manambahkan suara, filter dan berbagai fitur lainnya
Berbagai efek yang menarik tanpa harus coding script. Disertakan lebih dari 50 efek yang bisa diterapkan di text atau shapes.
Disertakan Color palette editor dengan berbagai kemudahan
Tampilan atau antarmuka mirip dengan Adobe Flash
Mendukung penuh Buttons dan Movie clips
Bagi yang ingin coding script, Vectorian Giotto mendukung penuh Action Script 2
Tersedia berbagai template banner dengan berbagai format, sehingga kita bisa membuat banner tanpa perlu coding, silahkan melihat contoh banner

Beberapa fitur mempunyai tools yang beragam, seperti misalnya dengan Vector Drawing Tools kita bisa membuat Simple shapes, Custom, Freehand, Text tool, Sub selection, Free Transform, Fill Transformation, Eraser tool dan juga Lasso tool. Selain itu Fitur Animation juga memberikan berbagai pilihan, seperti :

Shape Animation
Shape Morphing
Transparansi
Blend Modeshttp://www.blogger.com/img/blank.gif
Filter
Sound
Berbagai effek lainnya

Bagi yang ingin mempelajari lebih dalam, bisa juga langsung mengunjungi halaman tutorial atau panduan yang sudah disediakan. Selengkapnya lihat halaman Tutorials.

Spesifikasi dan Download
Untuk menggunakan Vectorian Giotto, tidak diperlukan spesifikasi yang tinggi. Komputer menengah dengan keyboard dan mouse saja sudah bisa menjalankan software ini. Ukuran installasi juga relatif kecil, hanya 8.2 MB saja. Bisa berjalan di Windows 98, XP, Vista, Windows 7 (32bit & 64bit). Setelah download langsung install, karena software ini tidak memerlukan registrasi ataupun serial number.

Download Vectorian Giotto ( 8.2 MB)

Sumber: WwW.EbSoft.Web.Id

Selengkapnya…


Mau Berlangganan Artikel Gratis dari Data File Com?

Tulis Email Anda disini:

Setelah Menekan Berlangganan, Kami Membutuhkan Verifikasi dari Email Anda, Agar Kami Bisa Mengirimkan Postingan Terbaru kami ke Email Anda, Jadi silahkan Cek Inbox Email anda setelah mendaftar, dan Klik Link Verifikasi

By Admin

 
..:A:..
Akhi Abdul
Agha'ku
Pak Haris Setiadji
anggasona-anotherbestblog
..:B:..
Blog_Vaganza
Blog Junaidi
...
..:C:..
...
..:D:..
...
..:E:..
E-One S
...
..:F:..
...
..:G:..
...
..:H:..
...
..:I:..
Imanq
Insurance Finance
...
..:J:..
...
..:K:..
KELPOLOVA
KETEP PASS
...
..:L:..
...
..:M:..
...
..:N:..
Nanie Granger
n66ee
...
..:O:..
...
..:P:..
...
..:Q:..
...
..:R:..
...
..:S:..
STAIN Metro
...
..:T:..
...
..:U:..
Urang Lembur
...
..:V:..
...
..:W:..
Wong Ganteng
...
..:X:..
...
..:Y:..
...
..:Z:..
...
Salam Hangat dariku
::| DFC |::
::|Admin|::

Page Rank
 
Back To Top